Tampilkan postingan dengan label skripsi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label skripsi. Tampilkan semua postingan

Sidang Skripsi



Akhirnya setelah berminggu-minggu menunggu dengan ketidakpastian dari Pak Iin orang sekret, keluar juga jadwal sidang skripsi. Hari selasa tanggal 19 Maret sidangnya, nunggunya aja dari awal bulan. Karena kampus sangat begitu jauh dari rumah mau gak mau akhirnya aku harus cari tempat nginep yang deket kampus. Jadilah ngekost sebentar di Graha Meilia. Bela-belain demi skripsi doangan, mana orangnya gak jelas harganya seenak-enaknya yang ngasih harga doang.

Dari siang aku ngangkut barang sekarung-karung naik motor ke cempaka putih. Ya gak ada yang bantuin dan gak ada yang diharapkan untuk bantuin. Udah gitu hari puanasnya minta ampun. Sampai di cempaka putih tepar bukan main. Rupanya kamar yang disewain ke aku itu kamarnya orang, ya gak papa lah pasrah daripada gak tau mau nginep dimana. Yang paling menyenangkan ya air panasnya doang. Rasanya kalau ada air panas disuruh mandi 5 kali sehari juga ikhlas bukan main.

Semaleman sibuk ngereview skripsi, deg-degan bukan karena gak siap tapi takut pengujinya itu orang yang paling aku takuti seantero kampus. Siap sih siap aja tapi kalau yang nguji dia tetep males juga. Aku gak punya ritual khusus, yang penting berdoa, berusaha dan ikhlas aja semua sudah diatur sama Allah swt. Biasanya orang-orang heboh ada yang tiba-tiba jadi rajin sholatnya, tahajudnya, puasanya. Kalau aku malu sama Allah swt rajin kalau ada maunya ntar ditanyain di akhirat repot ngelesnya gimana. Mending yang natural-natural aja Allah swt kan Maha Mengetahui juga.

Malemnya usaha tidur cepet terus minta dibangunin besok paginya sama Tasha. Alhamdulillah paginya bisa bangun dengan sukses biasanya susah kalau bangun pagi. Yang lebih menyenangkannya lagi karena ada air panasnya jadi mau mandi dingin-dingin gimanapun masih bahagia-bahagia aja.

Pagi-pagi sampai kampus dengan bawaan sekarung. Tas gede isinya laptop dan buku-buku yang sekiranya akan diperlukan nanti pas sidang. Perasaan udah gak enak. Perut mulai menunjukkan hawa-hawa maag dan kelaparan. Dicoba makan sedikit dan minum semua obat yang udah dikasih sama dokternya berharap gak ada morning sick segala macam. Ternyata seiring waktu berjalan rasanya gak kuat banget, pengen muntah lah, lemes, kelaperan tapi gak bisa ngunyah takut dikeluarin lagi di depan orang banyak. Di satu sisi harus stay cool karena kalau ketahuan sakit bisa di judge gak siap sama pengujinya.

Pertama Tasha yang di panggil sidang duluan. Tenang aja sih soalnya pengujinya yang biasa aja. Satu per satu orang di panggil, total dari kita yang sidang ada 7 orang dari angkatanku 5 orang yang satunya mau gak mau harus diakui (masih kesel). Eh tiba-tiba hari menjelang siang si dosen penguji yang di takut-takuti muncul juga. Paniknya minta ampun karena itu artinya aku bakal kebagian di uji sama dosen itu.

Ketakutan yang selalu terbayang di malam-malam sebelumnya benar-benar terjadi. Giliran Roy yang disidang. Ya Allah swt rasanya mau loncat dari lantai 2 bunuh diri aja. Itu dosen yang kita takutin bener-bener ngamuk merajalela, membabi-buta, mengerikan dan menakutkan. Baru kali ini liat sidang ada dosen ngamuk-ngamuk, teriak-teriak, sampai berdiri-diri macam gitu. Rasanya mau mati berdiri. Udah gitu aku udah feeling banget abis dia yang di panggil gilirannya pasti aku. Soalnya tinggal aku sama Zaki doang yang belum di panggil.

Dan ternyata dugaanku gak salah. Abis puas ngebentak-bentak Roy, giliran aku yang disidang. Ya Allah swt takutnya ampun-ampun. Eh ternyata selama sidang dosennya anteng aja. Mungkin power ngamuk-ngamuknya udah keburu abis duluan tadi. Tapi tetep aja kebagian kata-kata gak enak. Di bilang “Nih Bab 2 kamu ngapain begini, mau dibilang sok pinter? Kalau S1 gak usah begini segala lah, kalau mau S2 baru pakai ginian”. Ih keselnya minta ampun dia gak tau perjuangan nulis bab itu gimana. Seandainya dosen pembimbingku ada disitu pasti dia gak berani seenaknya ngomong begitu.

Tapi ya apapun harus disyukuri dan sebenernya sangat patut untuk disyukuri. Overall skripsiku bagus, revisinya gak terlalu berat cuma ada kesalahan penulisan dan gak ada isi yang harus dirubah-rubah. Di pikir-pikir diantara semua peserta sidang skripsiku yang lumayan gak perlu banyak revisi. Alhamdulillah ya.

Setelah selesai ya lega aja rasanya. Lega karena bisa sidang dengan lancar tanpa harus memuntahkan isi perut di hadapan para penguji karena sumpah pengen banget muntah rasanya, bukan pengaruh grogi tapi pengaruh hamil ini. Untuk si kakak pinter mau bantuin maminya untuk kuat. Jempol cium elus-elus deh buat kakak.

Sudah lumayan sore sampai akhirnya semua peserta sidang selesai dipanggil. Alhamdulillah walaupun di omel-omelin gak jelas satu angkatan di kasih A semua. Yang lucu pas dosennya nyebutin hasilku, Pak Umar bilang “Ya dengan terpaksa saya kasih A”. Terus aku protes “Ah bapak gak ikhlas sekali ngasihnya”. Terus bapaknya bilang “Ya gak ikhlas seandainya ada nilai A+ saya kasih A+ kamu”. Alhamdulillah ya akhirnya IP yang turun kemaren karena di kasih B bisa lumayan naik.


Akhirnya diumumin juga kalau kita semua resmi menyandang gelar S.Sos dari sarjana hubungan Internasional. Gak nyangka juga ya bisa lulus juga dengan cepat akhirnya padahal kemarenan sempet hopeless. Resmi deh jadi sarjana yang gak perlu lari-lari ke kampus takut telat masuk kelas, nilainya juga bagus. Banyak-banyak bersyukur sama Allah swt yang sudah melancarkan semuanya. Alhamdulillah … Pah Mah anakmu sudah selesai tanggungjawabnya di pendidikan.

Scriptie Finally Walk Along With Me


 Here comes a time to finally face the last year of my college. Some people say that I’m too fast. It’s the third year of me being a college student and I’m on my way writing my scriptie.

FYI writing scriptie (Thesis in English) for the very first time is the hardest thing in the worldwide!!! Especially when you do not know what do you have to do and what do you have to write in the beginning. I tried to write it as far as I know. I borrowed my senior’s scriptie and bought “how to write scriptie” my lecture’s book. I spent a week sometimes without even sleep at night and had to go to class in the morning. But after attended a scriptie seminar, it was alllllllll eaaaasssyyyyyyy.

After seminar I spent a week writing an outline in Indonesian and English version. It was hard because it is hard for me to find formal word in Bahasa Indonesia. All the people told me that I’m good in English ( actually I’m not but pretending I am) but when I speak Bahasa Indonesia, it’s hard for people to understand. Because I combine my mother language, which is the language I used to speak in my hometown East Kalimantan with the original Bahasa Indonesia. Every word out of my mouth always sounds weird to them. And it’s even weirder when I try to write it down in scientific research essay.

Lucky me I have boyfriend who can be my editor specializing Bahasa Indonesia corrector. He is like a correction pen to my essay. LOL! Sometimes it’s hard for him to understand what I’m trying to say in a sentence too. Well I put all of my effort, my skill, everything to it because this is the very first serious scientific essay I ever write in my life! I wrote down about The Role Of The International Committee Of Red Cross (Icrc) Dealing With Humanitarian Crisis In Armed Conflict In Syria.

It’s even harder to me since I am a perfectionist I want to make no mistake on my very first masterpiece. My lecture said that it is okay to make mistake and I really know about that but the other side of me (go ahead call it EGO) said NO! I have to make this as perfect as I can do. At the end, my lectures supporting me and proud of what I have been doing so far.

At the time I gave my outline paper to my lecture, he said, “ So whom do you want to choose to be your supervisor?” I was shocked because we used to sit back and waiting who’s gonna be our supervisor but this time he asked me who I want to choose. I said well it’s up to him anyway, as long as he gave me super extra ordinary lecture with super smart logical thinking. Finally he chose himself as my supervisor and it such a relief because I adore and love the way he becomes a great person. He also has the same characteristic as me (well that’s what Aries people used to be smart, cool and critics).

It’s not over yet. So I have 2 types of scriptie. The one for my IR Seminar class and the other one is for my final project. I gave them the exact same paper. The first one I gave to my lecture and he said it was amazing and he is on his way correcting things. The other one I gave to the lady who becomes my lecture in IR Seminar class. Do you know what did she do???? She killed me, criticized me, and finished me up in front of all of student in the class. Always disproved my theory and concept illogically and always answer back every time I stick up on my own theory while I believe there is nothing wrong with all of what I wrote down.

The class felt like a grave for half an hour at my seminar session. People keep sending me message to keep my spirit and being patient when she did that to me. It was like a thousand slaps from her. I already know that she doesn’t have broader ideas as the other lectures do. She always stuck on her thought and always thinks her opinion is undoubtable. Look what she has done to my paper :"( !



I was so not in the good mood at all that day. As a perfectionist it’s hard for me for being acceptable and say yes for every mistakes she threw at me while I am pretty sure that was nothing wrong with my paper. My heart broke. Well I know that I am not supposed to be so weak like that. I just hate being treated like that. I hate when people treat me unfairly especially when she did that in front of bunch of people, yelled at me and people believe her. She was choosing me to become the first presenter while no one was able to do that and I was okay with that but the time I have to present she bullied me with her own theory. Can you imagine that? How awful was that!

But go ahead broke me down, telling me that I have to do revision, wasting my time on writing a new theory based on her thought. I DON’T CARE! I’m gonna give way to win this time, not because I am weak but just because I wanted to pass and get and A for her class.

It was only a beginning of an obstacle I have to face during finishing this scriptie up. I hope Allah swt always with me on every single thing I do. Thank you for all the lectures and people who help me on this. I love you all. So good luck for every scriptie writer in this world!!!



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...