いのちの記憶 (Inochi no Kioku)


いのちの記憶 Inochi no Kioku Memory of Life

あなたに触れた よろこびが

深く 深く

このからだの 端々に

しみ込んでゆく


ずっと 遠く

なにも わからなくなっても

たとえ このいのちが

終わる時が来ても


いまのすべては

過去のすべて

必ず また会える

懐かしい場所で


あなたがくれた ぬくもりが

深く 深く

今 遥かな時を越え

充ち渡ってく


じっと 心に

灯す情熱の炎も

そっと 傷をさする

悲しみの淵にも


いまのすべては

未来の希望

必ず 憶えてる

懐かしい場所で


いまのすべては

過去のすべて

必ず また会える

懐かしい場所で


いまのすべては

未来の希望

必ず 憶えてる

いのちの記憶で

Anata ni fureta yorokobi ga

Fukaku fukaku

Kono karada no hashi bashi ni

Shimi kon de yuku


Zutto tooku

Nani mo wakara nakunatte mo

Tatoe kono inochi ga

Owaru toki ga kite mo


Ima no subete wa

Kako no subete

Kanarazu mata aeru

Natsukashii basho de


Anata ga kureta nukumori ga

Fukaku fukaku

Ima haruka na toki o koe

Michi watatteku


Jitto kokoro ni

Tomosu jounetsu no honoo mo

Sotto kizu o sasuru

Kanashimi no fuchi ni mo


Ima no subete wa

Mirai no kibou

Kanarazu oboeteru

natsukashii basho de


Ima no subete wa

Kako no subete

Kanarazu mata aeru

Natsukashii basho de


Ima no subete wa

Mirai no kibou

Kanarazu oboeteru

Inochi no kioku de

The joy I felt when I touched you

Went deep, deep down

And seeped into

Every nook and cranny of this body


Even if I’m far away

And no longer understand anything

Even when the time comes

For this life to end


Everything of now

Is everything of the past

We’ll meet again, I’m sure

In some nostalgic place


The warmth you gave me

Deep, deep down

Comes to me now, complete

From a time long past


Steadily in my heart

The flames of passion give light

And softly soothe my pain

Down to the depths of my grief


Everything now

Is hope for the future

I’ll remember, I’m sure

In some nostalgic place


Everything of now

Is everything of the past

We’ll meet again, I’m sure

In some nostalgic place


Everything now

Is hope for the future

I’ll remember, I’m sure

When I remember this life

A Dream Within A Dream

https://soundcloud.com/fitra-elnurianda/dream-within-a-dream

By Edgar Allan Poe

Take this kiss upon the brow!
And, in parting from you now,
Thus much let me avow-
You are not wrong, who deem
That my days have been a dream;
Yet if hope has flown away
In a night, or in a day,
In a vision, or in none,
Is it therefore the less gone?
All that we see or seem
Is but a dream within a dream.

I stand amid the roar
Of a surf-tormented shore,
And I hold within my hand
Grains of the golden sand-
How few! yet how they creep
Through my fingers to the deep,
While I weep- while I weep!
O God! can I not grasp
Them with a tighter clasp?
O God! can I not save
One from the pitiless wave?
Is all that we see or seem
But a dream within a dream?


Di "Hantu" i

Belakangan ini aku bener-bener punya trauma yang cukup serius. Kenapa serius karena emang belum pernah separah ini sebelumnya. Semenjak di"tinggal"kan kondisi fisik sama mental aku agak terganggu. Dulu waktu masih bahagia-bahagia nya beratku bisa sekitaran 49-50-51 kg disitu-situ aja muter. Sekarang tiba-tiba turun drastis jadi 45-46 kg. Padahal dapetin angka segitu dengan niat olahraga aja kadang susah banget. Ini juga ngaruh ke pola makan. Setiap makan mau satu sendok aja langsung mual atau bahkan muntah beneran, setiap hari seperti itu.

Dulu tuh ya aku orang yang paling acuh tak acuh gitu soal tinggal meninggalkan. Gak ambil pusing. Tapi kok sekarang jadi gini banget ya. Padahal yang "ninggalin" juga bukan siapa-siapa cuma seorang teman yang ikut numpang bahagia aja. Temanku sampai bilang "Lo masih untung Fit, cuma gini doang. Bayangin di luar sana banyak orang yang mau nikah malah ditinggalin. Kebayang gak sakitnya gimana?"

Iya juga sih.

Aku pernah hidup di memori seseorang selama 14 tahun nonstop. Bayangin 14 tahun dan gak ada sedetikpun aku berhenti berjuang sampai akhirnya aku melakukan hal bodoh dan itupun sebenernya gak sanggup bikin aku berhenti, cuma mencoba untuk berfikir logis aja kalau semua ini udah cukup. 14 tahun di bayangan orang lain, tapi gak separah sekarang. Dulu memori itu datang kalau aku recall aja baru keingetan. Kalau ini setiap waktu tiba-tiba muncul flashback ini dan itu semua hal yang "kita" pernah lakuin. TIAP waktu coba bayangin. Siksaan mana lagi yang lebih parah dari ini. Mungkin karena ini masih baru kejadian aja kali ya, atau karena ini terlalu "menyenangkan" untuk dilupakan jadi seakan-akan semua memori pindah ke Amygdala, gila gak tuh.

Dulu... dulu banget ada seseorang pernah bilang sama aku. "Fit jangan lo kira semua yang lo rasain itu lo rasain sendirian. (trus dia nyebutin semua yang aku rasain, padahal aku gak pernah cerita sama sekali ke dia) perasaan ini dan itu juga berasa." Kemudian aku mulai wondering apa ya Bahasa Indonesia yang tepatnya, dia ngerasain juga gak ya? Kesiksanya begini itu apa dia ngerasain juga? Dia dulu pernah bilang sih waktu aku pernah nanya sesuatu gitu soal "kamu gak ngerasain juga?" terus dia bilang "Ngerasa lah tapi ya gak usah dipikirin terus jadi gak kepikiran."
Kali ini dia bener-bener gak kepikiran apa-apa kali ya? Padahal rasanya itu  udah kaya my whole life collapse. Padahal lagi-lagi, dia bukan siapa-siapa.

Saking depresinya tuh ya sampai gak mood mau ngapa-ngapain. Bawaannya pengen tidur aja dan tidur itu pun gak nyaman gitu. Kalau orang lelah kan ya tidur terus bangun itu enak gitu perasaannya. Ini tuh tidur juga ngerasa gak nyaman sama sekali belum lagi kalau mimpi ada dia nya. Terus bangun juga gak enak, bangun dengan realita oh dia gak respon, oh dia udah gak ada, oh dia mutusin semua akses tentang dia, oh dia dll lah.

Semua dikerjain semua diusahain supaya bisa survive, supaya bisa lupa. Semua bener bener semuanya dilakuin. Tapi hasilnya nihil. Semakin bergerak malah semakin sakit, semakin diam malah semakin inget ujung-ujungnya sakit juga. Dia mah enak tinggal kerja sampai tengah malam, tidur terus bangun dalam keadaan harus kerja lagi. (tiba-tiba otak flashback nih dia suka kebangun tengah malam atau mimpi buruk sampai ngigau.) Sekejam itu otak aku ngingetinnya.

Aku selalu meyakinkan diriku sendiri kalau time and space will heal everything. Toh waktu dan jarak juga yang membunuh "kita" sampai kita ada di titik ini separah ini dan setidak menyenangkan ini. Tapi makin lama makin banyak pertanyaan. Ditinggalkan tanpa penjelasan dan jawaban itu parah tau gak. Mungkin ini karma juga kali ya, dulu aku pernah gini tapi kan aku ada alasan dan kapanpun alasan itu dipertanyakan aku dengan sukarela ngejawab. Dulu si 14 tahun juga melakukan hal yang sama, ninggalin gak respon gak apa tapi lama-lama tetap respon, tetap baik, ketemu tetap biasa, ditanya tetap jawab yang penting doang yang ga penting tetap gak dipeduliin sama dia mah tapi ya tetap biasa karena kita ngehargain memori satu sama lain. Kok dia enggak?

Emang sih orangnya sekeras itu, setega itu. Tapi ini loh aku, yang tau dia gimana. Kaya gini itu jadi munculin berbagai macam spekulasi buruk. Aku mulai dihantui perasaan ini dan itu. Macam youtube yang di majuin di mundurin buat inget-inget aku ada salah apa ya aku ada ngelakuin apa ya. Banyak sih yang bisa di"persalahkan" tapi karena gak jelas jadi semakin banyak alasan semakin depresi pikirannya. Aku jadi dihantui jangan-jangan gara-gara statusku. Jangan-jangan gara-gara aku punya anak? (apa masalahnya anak dan teman? status dan pertemanan?), ada lagi yang nambah-nambahin gara-gara kelakuanku yang blangsak (malah disuruh jadi cewek yang bener, ini lebih sakit lagi rasanya lo pikir enak apa ngerubah sifat yang dibentuk dari lahir), jangan-jangan gara-gara ini gara-gara itu.

Semua alasan yang pernah dia bilang aku coba untuk baikin tau. Dia bilang soal perasaan, terus aku tunjukin perasaan bisa berubah, kalau aku ke yang lain juga bisa melakukan hal yang sama biar dia gak merasa "aku kaya gitu ke dia doang" walaupun dulunya iya sih. Semua-semua aku lakuin tetap dia keras kepala ditempatnya, tetap seperti itu gak peduli situasinya gimana. Malah makin buruk. Satu hal, dia gak mau banget jujur sama aku ngeles sana sini. Gak mau ngasih kesempatan untuk ngomong untuk ngejelasin. Padahal coba deh luangin waktu untuk berhenti, jelasin, udah selesai masalah. Mau aku nangis mau aku apa itu kan urusan belakang. Kalau dia tega bikin orang sesakit ini moso gak tega cuma sekedar liat orang nangis doangan. Toh aku juga bukan tipe yang bisa ngelakuin hal yang lebih parah daripada itu.

Tapi gak ada yang ngalahin sakitnya memori. Semua... semua hal yang ada di happiness box itu bener-bener tertata rapi, rapi banget diotakku. Semua omongannya dia, makanan, film, tempat, buku, barang, waktu, senyum, marah, momen, semua bener-bener semuanya bisa dengan jahatnya muncul tiba-tiba. Aku udah gak tau lagi dengan cara apa harus meredakan ini semua.

Dari chat, kata, omongan, momen dikantor, momen pas makan, makanan dia, makanan aku, makan cantik, tempat makan, sepatu, sandal sama, buku bacaan, notes, buku kesayanganku, lagunya dia, lagu ku, kapanpun muncul oneokrock, 30 seconds to mars, gnash, banda neira bahkan andien, kapanpun orang ngomongin Kopi dan segala minuman yang aku salah pesan dan aku suka pesan, film seru, setiap bulan purnama, setiap senja, setiap tengah malam, setiap kelip lampu dari ketinggian, setiap ketiduran, setiap marah, meraju, setiap hujan, bahkan banjir, kamera, foto, pantai, kota-kota orang, tempat liburan, buka pagar, dijemput, motor menyebalkan, spakbor dipotong, setiap cerita, kegiatan dia, alergi, obat, sakit, aku merengek, aku nangis, kado, bahasa inggris, radio, manager, MCU,  baju putih, baju merah, baju kerja, potong rambut, pesawat, jakarta, berangkat, kerja, macet, jembatan, jatoh, bekas luka, box, nyetir, senyum, diliatin, aura, kedinginan, pompom chesee, ponpes R, tshirt, french fries, gado-gado, ngeledekin orang aneh, mall, fastfood, video, adventure, your friends, your story, EXes, kapal, laut, sungai, dan semua janji yang belum kamu lakuin. Look at those keywords!! Tell me gimana caranya aku ngelupain setiap sudut yang ada cerita kamu nya?

Tapi aku mau jadiin itu semua alasan untuk aku senang untuk aku senyum. Gimanapun ending yang kamu buat aku memulainya dengan hati senang, dengan pengalaman yang super menyenangkan. Happiness box akan terus berjalan seperti fungsinya. Dan aku akan baik-baik saja sampai waktu dan jarak menentukan langkahnya.

Aku berharap banget semua pikiran burukku itu bukan hal yang jadi alasan kamu sebenernya. Berharap banget kamu punya alasan yang sebenernya gak perlu aku khawatirkan.

You're always be my happiness box, you promise me that!

Kapanpun mau 14 tahun lagi atau lebih atau kurang, aku bakal terus mempertanyakan hal yang sama. Bakal terus nunggu ditempat yang sama. Kapanpun kamu bisa ngasih kesempatan let me know.


Kenapa?

Kenapa ya
Ada orang yang dulu adalah bagian dari mimpi indah
Sekarang adalah bagian dari kenyataan yang pahit?

Kenapa ya
Dulu bisa begitu bahagia
Sekarang jadi orang yang paling menyakiti

Kenapa ya
Kalau dulu bertemu selalu ditunggu
Sekarang sibuk melarikan diri

Kenapa ya
dan ada apa?

Kenapa ya
Orang yang pernah merasakan sakit
Malah menorehkan rasa sakit

Apa dia lupa tentang semua hal?

Waktu dan jarak memang pembunuh paling ampuh untuk rasa
Sampai sekuat tenaga dia membunuh semuanya

Apakah dia gak tau susahnya menyembuhkan luka?
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...