STOP ME !

STOP !

Kita bisa gak sejenak jadi dewasa, setidaknya untuk beberapa kalimat ke depan.


.

Aku, gak pernah berniat sedikitpun untuk baca pikiranmu
Dengan cara apapun
Terlebih kamu,
Gak akan pernah bisa baca gimana pikiranku
Apapun yang coba kamu sembunyikan itu urusanmu
Aku menikmati penilaian kepalaku sendiri


Tapi aku gak suka semua permainan ini
Kamu gak akan pernah tau aku dari siapapun
Selain aku sendiri
Aku gak tau permainan apa yang sedang kalian mainkan
KAMU
Gak seharusnya percaya sama permainan ini
Kamu gak tau apa yang dia lakuin ke kamu
Apa yang dilakuin dibelakangmu
Kamu pikir kamu aman?
Sedangkan aku tau apa yang kalian gak tau
Aku tau apa yang dia mainkan dibelakangku
Apa yang kalian mainkan dibelakangku


Kamu !
Kamu juga gak seharusnya dengerin apa yang gak seharusnya buat kamu
Kamu
Harusnya bisa menilai dengan mudahnya
Apa analisa mu sudah buntu?
Apa kamu kehilangan kemampuan untuk tau?
Apa untungnya setelah kamu tau?


Orang, siapapun... SIAPAPUN gak akan pernah tau aku
Karena yang harusnya tau siapa aku itu ya.. AKU
Kamu pikir dengan tau dari oranglain kamu merasa sudah tau aku?
Atau kamu merasa gak cari tau tapi dikasihtau?
Kamu pikir dengan kamu dikasihtau itu cukup mewakili aku?


Aku benci permainan ini,
Jangan salahkan aku suatu saat nanti penilaianku buruk

Aku gak pernah minta diperjelas
Aku gak butuh tau kamu gimana
Aku gak perlu bantuan siapapun

Apa yang aku omongin ke orang, apa yang orang tau, belum tentu apa yang sebenarnya aku pikirkan

Aku yang bakal bilang dengan jelas apa yang aku rasain langsung ke kamu
Aku gak pernah nyembunyiin apa-apa dari kamu
Semua jelas dari mulut aku, dari pikiran aku, sampai ke kamu langsung
Tanpa butuh bantuan siapa-siapa

Kamu silahkan bermain
Apapun permainanmu
Apapun yang kamu sembunyikan
Apapun yang kamu lakukan

Aku tau semua polamu

Kalaupun aku gak tau aku bakal nanya langsung sama kamu

Se susah itukah ?

Ntah apa yang kamu pikirkan
Terus aja cari tau aku dari oranglain
Terus bersikap gak adil
Terus nilai aku dari orang lain
Dari permainan yang kamu mainkan
Terus tanya dia semua keputusanmu
Sampai kamu gak sanggup lagi ambil keputusan sendiri


Sampai aku berfikir
Sebegitu gak dihargainya kah aku

Lagi, apakah kamu kehilangan kemampuan untuk tau?

Untuk apa sih aku ada

Aku benci untuk ngebandingin kamu sama yang lain
Kamu ya kamu
Kamu punya jalanmu sendiri
Tapi SEBEGITU nya kah kamu
Disaat orang lain begini begitu?
Gak bisa kah sedikit ngedengerin apa yang ada di hati kamu?
Kalau memang itu pernah ada aku


AKU GAK BUTUH perintah orang lain
AKU GAK BUTUH karena diperintah orang lain
Kamu gak tau siapa yang bohong siapa yang dibohongi
Siapa yang harusnya kamu percaya
Semanis apapun balutan niat itu
Aku tetap mau dihargai sebagai aku

Apa sih susahnya?
Aku gak perlu tau apa yang kamu sembunyikan, dan aku gak perlu cari tau
Aku juga bakal tau tanpa berniat cari tau sekalipun
Kalau memang yang kamu tunjukin itu yang kamu pengen aku tau
Baik buruknya terserah penialaianku
Kalau memang kebohonganmu yang kamu tunjukin
Jangan salahkan aku menilai kamu dari kebohonganmu sendiri

Aku gak pernah maksa kamu, gak pernah ngedesak kamu
Aku suka aku bilang
Aku gak suka aku bilang
Aku cerita karena aku butuh ceritain
Bukan berarti semua cerita yang bukan untuk kamu, kamu terima

Kamu berhak kok untuk pergi, aku gak bakal nyalahin kamu pergi
Kamu bebas untuk ilfil kok
Toh kamu dulu sudah pernah semudah itu pergi kan

Aku gak pernah takut
Kalau memang buruk, gak akan pernah tinggal untuk aku disini
Kalau memang kamu malu dengan apa yang ada sama aku
Aku gak pernah maksa kamu untuk ada kok
Kalau kamu berfikir semua udah cukup
Aku gak akan pernah membutuhkan kamu lagi
Gak peduli seberapa aku butuh kamu
Toh kamu gak pernah mau tau, gak pernah tau dari aku sendiri

Semudah itu

Semua yang aku rasain akan ada masanya untuk kamu tau
Dari mulutku sendiri
Dan aku gak butuh kamu tanggapi
Aku gak butuh salah paham
Aku gak butuh dikasih harapan
Semua ketakutanmu, semua yang kamu pikirkan
Sedikitpun
Gak akan pernah bisa merubah apa yang aku rasain, apa yang aku pikirkan.

Itu alasannya aku tetap bersikap biasa
Walaupun aku tau kamu tau lebih
Walaupun aku tau semua permainanmu
Walaupun aku gak pernah baca pikiranmu
Karena sedikitpun aku gak pernah malu dan gak pernah mau nyembunyiin apapun dari kamu
Apapun yang kamu berhak tau


Soal kamu....
Itu urusanmu

Aku gak pernah keberatan untuk kesal, nangis, marah, kecewa
Sama semua sikap dinginmu, cuekmu, gak adilmu, keputusanmu

Ya buat apa?

Kita loh sudah setua ini, sudah seharusnya kita dewasa
Sudah seharusnya kita mengambil keputusan kita sendiri
Sudah seharusnya kita memahami orang lain dengan cara kita sendiri
Sudah seharusnya kita menyelesaikan masalah kita sendiri

Aku sudah bilang
Kalau memang kamu mau pergi, atau mau aku pergi - aku bakal pergi
Iya iya, engga ya engga
Kamu gak perlu menjaga perasaanku, aku gak perlu dijagain
Selama ini juga kamu gak perlu merasa perlu untuk menjaga kan

Satu yang aku tau pasti
Aku gak pernah memperlakukan kamu sama
Dan aku bahagia dengan apa yang aku lakuin
Aku omongin semua yang mau aku omongin
Aku selalu cerita semua yang pengen aku ceritain

Dan akan terus seperti itu
Sampai kamu bilang

Berhenti disini.

So,
Hentikan permainan ini
Demi semua hal yang kamu rasain
Demi apa yang aku rasain

Berhenti
atau
Berhentikan aku.





He's Just Not That Into ... Me




He's Just Not That Into ... Me

Udah gitu aja.

No explanation needed.

Just like Fachmi said

"Yang sama kamu orang-orang yang spesial aja. Berarti dia kurang spesial fit"

After all these years,
Situasi tidak berubah mau 14 tahun mau berapa tahun.
He or everyone just not that into me !


Such a moron !
I miss you

Aku dan Kelas Inspirasi Samarinda Part 2




Untuk kalian yang belum baca part 1 bisa langsung ke sini ya : Aku dan Kelas Inspirasi Samarinda Part 1


Terakhir di part 1 aku ceritain keseruannya Briefing Relawan Kelas Inspirasi #3. Dan di part 2 ini bakal lebih seru dan lebih panjang deh ceritanya. So prepare yourself ! Jangan bosen ceritanya seru loh.



Acara Survey Sekolah Kelompok 6.




Pada saat briefing aku dan partner fasil aku Dewi dapet kesempatan jadi Fasilitator di Sekolah Dasar Integral / Ma'had Tahfidzul Qur'an Yayasan Rahmatullah Lempake yang kemudian tergabung menjadi kelompok 6.

Di kelompok 6 ini awalnya ada 9 Inspirator dan 2 Dokumentator terdiri dari :
Kak Eko Adi Siswanto - MRO Bank Mandiri
Kak Ellyana - Staff SDM
Kak Tina Mayasari, SH - Jaksa
Kak Melisa - Wartawan
Kak Sofia Dharma - Operator Nutrition Club
Kak M. Nur Fauzi Rahman - Perawat
Kak Yusna Naim - Travel Counselor
Kak Khamilul Furqon - Safety Officer
Kak Yullia Sukawaty - Dosen/ Apoteker
Fauziah Hidayati - Dokumentator
Meridqi Zariastari - Dokumentator

Nah pada tanggal 6 Agustus pagi kelompok 6 punya rencana untuk survey ke sekolah tempat Hari Inspirasi kita berlangsung. Jadi ada sekitar 5 orang Aku, Dewi, Kak Furqon, Kak Eko, Kak Elly datang mewakili para inspirator ke sekolah.



Jadi SD Integral Yayasan Rahmatullah ini kompleksnya lumayan besar terdiri dari TK sampai SMA. Perjalanannya gak terlalu sulit sih gak terlalu jauh juga tapi medannya cukup beresiko saat hujan. Kalau hujan bisa banjir besar, karena hari panas saja jalanannya sudah banjir karena tidak ada drainase atau parit di sepanjang jalan menuju sekolah. 
Uniknya sekolah ini, untuk Sekolah Dasarnya baru berdiri 3 tahun sehingga hanya ada 3 rombel. Kelas 1: 25 siswa, Kelas 2: 21 siswa, Kelas 3: 9 siswa kemudian akan digabung dengan kelas dari Tahfidzul Qur'an yang terdiri dari Ula 5: 18 orang dan Ula 6: 3 orang.



Karena hari Sabtu mereka libur kita gak bisa ketemu sama anak-anak sekolahnya, jadi kita menghabiskan waktu mingle sama gurunya saja ada Ustadz Rihin dan Ustadz Said dan 1 orang Ustadzah aku lupa siapa namanya. Survey berjalan lancar tinggal berdiskusi dengan kelompok 6 untuk rundown acaranya dari opening, jadwal masuk kelas dan closing. Masih ada beberapa minggu menuju Hari Inspirasi, jadi gak sabar bakal gimana hihihi.



Acara Camp Relawan Kaltim 2016



Nah beberapa hari setelah hari briefing aku memutuskan untuk ikutan acara Camp Relawan Kaltim 2016 di Waduk Manggar KM. 12 Balikpapan tanggal 6-7 Agustus.

Persiapan pengen ikutan camp sempat diwarnai drama juga sih hahaha, soalnya bingung pengen datang kesana tapi gak ada kendaraan. Aku gak pernah naik bus sendirian ke Balikpapan terus Alif sepupuku yang luar biasa itu juga kebetulan lagi KKN di Balikpapan jadilah gak ada yang bisa nemenin dari sini. Untungnya pada saat hari H ada Dewi dan Bang Chandra Nugraha aka Ube nemenin naik bus (setelah melalui beberapa drama tentunya) hahaha.

Jadi sekitar jam makan siang aku dan Dewi pergi ke tempat kerjanya Mira Rinienta aka Mia untuk nebeng dianterin ke bus di seberang, soalnya si Udin sibuk, mamah punya jadwal sendiri dan aku pun baru pulang dari survey sekolah bareng inspirator jadi capek di jalan. Untungnya Mia sangat berbaik hati mau anter-anter hihihi I love you Mia...

Jadilah kita ke tempat bus sekitaran jam ashar gitu deh lupa jam berapa, bertiga doang aku, Dewi dan Bang Ube. Tendi udah duluan dari pagi ke Balikpapan terus Adel,Ka Yola, Ka Indra ikut mobil Ka Riangga sepulang kerja baru berangkat dari Samarinda.

Perjalanan di bus sih aman-aman aja walaupun kantong kresek siap sedia hahaha. Aku orangnya parno banget sama pergi-pergi mindsetnya muntah mulu aja. Sepanjang jalan ngoceh mulu pula ke Dewi, tidur bentar, bangun ngoceh lagi sampe masuk angin. Rasanya perjalanan lamaaaaaa banget gak sampai-sampai juga.



Sampai di Terminal Bus Batu Ampar Balikpapan teler juga, muncul dah tu rasa-rasa puyeng dan mual, baru inget seharian gak sempat makan gara-gara dari pagi survey.

Akhirnya dijemput Tendi di Terminal, aku udah sempat tidur nyenyak di terminal (gak bisa baring dikit tidur mulu bawaannya). Kita ke venue bareng deh, sampai di venue udah maghrib. Di jalan kenalan sama Mbak Yusna inspirator kelompokku dari Balikpapan yang juga pegiat KI Balikpapan.

Ngeliat orang banyak di venue sempat khawatir sih, aku gak kenal siapa-siapa, ikutan juga baru banget - beda sama mereka-mereka yang udah berjuang dari awal. Tapi aku coba untuk segera mingle aja sama mereka semua. Sekitar abis Isya kita makan malam bareng.
Huwaah akhirnya setelah seharian bisa makan juga.

Setelah makan malam acara nya dimulai.
Dimulai dengan perkenalan, jadi mereka semua yang ada disini adalah Para Relawan Kelas Inspirasi dan Penyala dari Balikpapan, Samarinda, Paser, Kutai Kartanegara.
Indonesia Menyala adalah gerakan buku dan perpustakaan yang diinisiasikan oleh Gerakan Indonesia Mengajar.
Kemudian kita dibagikan kertas untuk menuliskan tujuan kita ada di camp dan kekhawatiran yang kita punya.


Kemudian diskusi kelompok dan pemaparan oleh Pak Hikmat Hardono Ketua Yayasan Indonesia Mengajar tentang kegiatan kerelawanan kita ini.



Hari esoknya ada penampilan khusus dari Mbak Ambar bisa kalian lihat di youtubenya Tendi disini.

Ice breaking nya seru-seru banget deh pokoknya. Gak nyangka aku bakal dengan cepat dekat dengan para relawan ini. Bahkan ada yang sudah pernah kenal aku sebelumnya.

Banyak banget pemaparan dari Pak HH (Hikmat Hardono) yang membuat kita speak up lebih banyak dan menerima lebih banyak input baik untuk diri sendiri, untuk komunitas ini dan pastinya untuk masyarakat luas juga.

Aku pribadi ngerasa amazed banget ada disini. Berada diantara orang-orang yang bahkan sudah berjuang sejak awal membangun komunitas ini. 
Berada diantara orang-orang yang gak peduli udah berapa banyak tenaga, waktu, usaha, harta apapun lah namanya untuk bergerak. 
Berada diantara orang-orang yang sudah menghadapi tantangan yang lebih besar. 
Berada diantara orang-orang yang punya ide, gagasan, pendapat, pemikiran yang brilian. 
Berada diantara orang-orang yang berhati besar. 
Dan berada diantara orang-orang yang sangat bahagia dengan berbagi kebahagiaan.


Apalah aku disini dibanding orang-orang luar biasa ini.

Aku jadi semakin berfikir bahwa sebenarnya kegiatan kerelawanan itu membutuhkan keseriusan, membutuhkan komitmen, membutuhkan ide kreatif, membutuhkan orang-orang dengan kemampuan sosial yang baik, membutuhkan orang-orang yang saling cinta, saling bergerak, saling bahagia, saling membutuhkan.

Kegiatan kerelawanan ini more than just a volunteer program. Lebih dari sekedar kegiatan sosial. Lebih dari sekedar kegiatan mengisi waktu luang. Lebih dari sekedar ngumpul dengan orang-orang. Bahkan lebih dari sekedar berbuat baik.

Dalam kegiatan kerelawanan khususnya dibawah naungan Indonesia Mengajar seperti Kelas Inspirasi dan Indonesia Menyala, buat aku pribadi - mengandung tujuan-tujuan besar. Kita berada disini karena ada mimpi yang belum selesai kita wujudkan. Kita ingin membangun negeri ini, membuat Indonesia lebih baik dalam dunia pendidikan khususnya. Singkatnya kita ingin Indonesia ini jadi keren apalagi dalam dunia pendidikan.

Kita mungkin hanya segelintir orang yang berusaha. Mungkin pengaruhnya belum seberapa tapi setidaknya di seluruh Indonesia kita sama-sama bergerak. 

Kita gak tau sudah berapa anak yang terinspirasi dan kemudian berfikir untuk terus melanjutkan pendidikannya. Kita gak tau sudah berapa orang profesional yang terus bergerak membantu sekolah dan para muridnya. Kita gak tau sudah berapa relawan yang bahagia. Yang aku tau kita sudah bergerak disaat orang masih berdebat. Kita sudah memberi disaat orang-orang tidak tahu apa yang bisa mereka berikan. Kita berada di gelembung yang tepat bersama orang-orang yang tepat.

Aku adalah salah satu orang yang percaya selalu ada yang bisa kita "bawa pulang" dari sebuah pertemuan dengan seseorang atau sekelompok orang banyak. Aku merasa beruntung banget bisa ikut Camp Relawan Kaltim 2016 ini. Semoga di tahun-tahun berikutnya kegiatan seperti ini bisa terus diadakan. Serius deh jadi makin sayang sama teman-teman relawan Kaltim.




Jadi selama camp aku gak tidur. Rangkaian acaranya juga baru selesai tengah malam sih tapi kok abis selesai acara malah jadi gak ngantuk akhirnya jadi malah keluar-keluar ngobrol bareng Tendi ama Bang Ube. Terus menjelang pagi abis sholat subuh, mau tidur di telpon lagi, jalan "Mengejar Matahari Terbit" ceritanyaaa, tapi ujung-ujungnya ngumpul bareng relawan lain di venue, ke sebuah bangunan gitu yang menghadap ke matahari terbit terus ada waduknya, it was beautiful thou.

Setelah itu awalnya cuma Aku, Tendi, Bang Ube "jajan" di kantin eh lama-lama banyak jadi ngumpul semua ngobrol, ceng-cengan dsb.




Setelah semua rangkaian acara selesai kita foto bareng deh.




Adel, Dewi, Kak Yola, Kak Indra ikut Kak Riangga langsung pulang ke Samarinda. Pulangnya Aku, Tendi, Bang Ube sempat makan siang bareng Mbak Yusna, Mbak Errie dan suaminya, sebelum ke terminal untuk pulang balik ke Samarinda.





Saking ngantuknya yah seharian gak tidur, aku kan jadi ketiduran. Sama Tendi, Bang Ube ditinggalin cobaaaa di dalam mobil mati, pengap kepanasan arkkk!! bener-bener mereka berdua ini diiiih.
Sebelum pulang nyempatin ketemuan sama Alif sekalian ngasih kameranya juga.



Overall perjalanan kali ini seru banget dan meaningful lah, aku udah bisa nih resmi jadi sekretaris Tendi Ube gara-gara selama 2 hari rempong banget nyerewetin mereka berdua, dari nyuruh mandi mulu sampai pergi kemana-mana bareng. Terima kasih banyak banget buat Tendi dan Bang Ube yang udah baik banget nemenin se dua harian ini dan aku tidak diterlantarkan walaupun sempat dianiaya sedikit hahaha. Next time jalan-jalan lagi yaaa, kemana keeek.


Menuju Hari Inspirasi

Kembali ke kegiatan kelompok 6 menuju Hari Inspirasi, akhirnya karena satu dan lain hal anggota kelompok 6 hanya tinggal Aku, Dewi, Kak Eko, Kak Elly, Kak Tina, Kak Sofia dan Kak Melisa. Gak ada kesulitan yang berarti sih menuju Hari Inspirasinya. Untuk opening kita rencanain untuk perkenalan aja terus kita masuk ke kelas kemudian closing kita menggantungkan cita-cita di pohon cita-cita. Jadi untuk membuat pohon cita-cita kita ngumpul lagi di rumah aku.

Sempat lucu banget sih pas proses bikin pohonnya. Kita bener-bener gak tau harus diapain biar jadi pohon. Semua serba spontan kreatifitasnya. Jadi kita punya kaleng kue, punya pipa dan kawat-kawat. Kak Elly sudah bikin kertas gantung berbentuk bintang untuk ditulis cita-cita anak-anak. Sempat bolak-balik Kak Eko cari orang yang bisa bolongin pipa dan cari perlengkapannya, akhirnya pohon kita selesai juga dari jam 11 pagi sampe jam 6 sore hahahaha. 


Hari Inspirasi - Kelas Inspirasi Samarinda #3




Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu tiba. Karena kelompok 6 tidak ada dokumentator jadilah kelompok 6 dibantu oleh Tendi dan Dian. Pagi - pagi aku dijemput sama Tendi sekalian nunggu Kak Eko ngambil pohon cita-cita yang kita buat kemarin.

Sampai di sekolah aku langsung ngeliatin kondisi sekolah dan anak-anak muridnya. Alhamdulillah cuaca tidak hujan walaupun terlihat akan mendung.




Jadi pagi-pagi anak-anak SD Integral dan Ma'had Tahfidzul Qur'an Yayasan Rahmatullah ini ngumpul di masjid untuk sholat dhuha dan berdzikir. Sekitar jam 8 kita mulai opening di masjid untuk perkenalan, kemudian jalan sama-sama menuju ruang kelas. Lumayan lah yaa olahraga sedikit.






Sampai di kelas kita langsung bertemu dengan 3 orang guru, kemudian ada juga teman-teman dari KKN ada disana. Setelah itu para inspirator langsung masuk ke kelas masing-masing sesuai jadwalnya.



Untuk kelas pertama aku nemenin Kak Eko di kelas ke 2 yang isinya siswa-siswa kelas 2 dan 3 SD Integral. Kak Eko ngejelasin profesinya yang bekerja di bank, yang paling seru adalah ketika Kak Eko mengeluarkan uang-uangnya yang di print besar oleh Kak Eko. Kebayang kan ngeliat uang Rp 50.000 sebesar setengah kertas HVS anak-anak jadi langsung heboh.




Kak Eko ngasih pertanyaan seputar siapa sih nama pahlawan yang ada di uang-uang kertas yang ditunjukin Kak Eko. Hebatnya beberapa orang anak pada tau loh siapa aja nama pahlawannya. Aku aja gak hapal itu siapa-siapa hihihi malu deh ama anak SD. Terus Kak Eko nunjukin video profesinya, proses dari nasabah masuk ke bank sampai selesai. Endingnya Kak Eko ngajari anak-anak nyanyi lagu "Ayo Menabung".

Berhasil ngejawab nama pahlawan di uang kertas

Untuk kelas kedua aku nemenin kelasnya Kak Elly di kelas 1 yang isinya siswa-siswa kelas 1. Wah disini agak kerepotan nih karena anak-anaknya ekspresif banget deh. Ada yang gegulingan ada yang manjat jendela dll. Tapi Kak Elly langsung sigap membagikan kertas untuk gambar. Mereka langsung asik menggambar. Banyak yang gambar rumah sama pemandangan pegunungan. Kemudian di tempel ke dinding. Terus Kak Elly mengeluarkan gambar-gambar dari perusahaan tempat Kak Elly bekerja. Ada bendungan, jembatan dll. Anak-anak pada heboh cerita ini dan itu.








Setelah itu ada istirahat sebentar. Ternyata anak-anak istirahatnya hilang dari kelas langsung ke lapangan luas yang lumayan jauh ke bawah. Jadi pas selesai istirahatnya harus dipanggil dan dikumpulin lagi ke atas huhuhu.

Untuk kelas ketiga aku nemenin Kak Melisa. Masih berasa banget hawa-hawa istirahatnya. Akhirnya aku bantuin untuk ice breakingnya. Wah gak nyangka ternyata mereka mau dengan mudahnya fokus terus kemudian aku serahin lagi sama Kak Melisa.




Kemudian aku masuk ke kelas Kak Tina. Kak Tina yang berseragam lengkap sempat dikira Ibu Polisi padahal Kak Tina adalah Jaksa. Suasana jadi semakin heboh setelah Kak Tina mengeluarkan baju sidangnya, yang kemudian dicoba oleh salah satu murid perempuan.




Terakhir masuk kelasnya Kak Sofia. Bareng Kak Sofia anak-anak belajar tentang nutrisi yang ada di dalam setiap makanan kita. Kemudian mereka mencoba bell meja dan menuliskan cita-cita mereka di kertas kupu-kupu dan menempelkannya di papan.


nyontohin gaya fans berat pisang



Saking hebohnya sempat ada insiden berantem-beranteman sesama anak laki-laki tapi bisa dengan mudah diatasi sih.

Akhirnya closing tiba, semua anak-anak menuliskan cita-citanya di sebuah kertas berbentuk bintang. Kemudian mereka berlomba-lomba berusaha menggantungkan cita-citanya di tempat paling teratas di pohonnya, sampai naik-naik meja. Lucu deh.






ini heartrob banget yah





Bagi kakak-kakak inspirator yang sudah beberapa kali ikut kegiatan Kelas Inspirasi, mereka masih merasa seperti ikut KI yang pertama kalinya. Karena memang semua sekolah punya karakteristiknya masing-masing, punya cerita dan keadaannya masing-masing. Sesuatu yang unik dari SD Integral dan Ma'had Tahfidzul Qur'an Yayasan Rahmatullah adalah anak muridnya punya cita-cita akhirat. Memang beberapa banyak yang ingin jadi tentara tapi rata-rata jadi tahfidz dan ustadz - ustadzah sih.




Kalau dari aku pribadi sih kita yang banyak belajar dari kegiatan Hari Inspirasi ini. Bagaimana realita pendidikan di lingkungan daerah kita sendiri, gimana kompetensi guru di sekolah, gimana kondisi pendidikan di sekolah yang daerahnya rawan dengan banjir dll. 

Semoga kegiatan di Hari Inspirasi ini bisa membawa manfaat bagi mereka semua.

Video Hari Inspirasi aku bisa di tonton disini


Hari Refleksi Kelas Inspirasi Samarinda #3




Wooohah ! After a very hectic day. Akhirnya aku bisa sampai di venue on time. As usual aku diamanahkan untuk kembali menjadi MC. Kali ini feeling aku jauh lebih baik dari sebelumnya, karena udah merasa kenal hampir semua inspirator sejak briefing kemarin dan juga karena partner MC aku kali ini adalah Tendi Riandi, dokumentator, fasilitator, Red Team, Tim Makan, Tim Nongkrong, Tim Jalan Bareng, Tim Sekretaris ku yang paling hits hahaha.



Jadi untuk pembukaan aku dan Tendi ngebawain ice breaking 7 up. Jadi masing-masing peserta membentuk lingkaran dan diajak berhitung dengan gaya tangan ke kiri atau ke kanan dari 1 sampai 7 (one to seven) dimana saat 7 dia harus bilang 7 up (seven up) dan teman sebelahnya harus melanjutkan hitungannya kembali. Bagi yang salah harus memperkenalkan dirinya dan mundur dari lingkaran.

Setelah peserta sudah mulai panas, kita lanjutkan ke acara inti. Acara dibuka oleh kak Adelina Anandini aka Adel sebagai koordinator Kelas Inspirasi Samarinda #3. Kemudian sharing session oleh kakak-kakak Inspirator, Dokumentator dan perwakilan sekolah. Ada hal yang bener-bener sampai bisa bikin aku nangis seketika di saat sharing session ini.

Jadi ini yang mereka sharingkan kemarin :

Sharing pertama adalah dari Kak Eko Inspirator Kelompok 6 yang menjalani Hari Inspirasi di sekolah kita di SD Integral dan Ma'had Tahfidzul Qur'an Yayasan Rahmatullah dimana Kak Eko menjelaskan keadaan sekolah seperti yang aku jelasin di atas di sesi Hari Inspirasi.



Sharing kedua oleh Kak Ajie Inspirator Kelompok 2 SD 014 Mugirejo. Kata Kak Aji anak-anak sekolah mereka sangat antusias mengikuti kegiatan. Ada kejadian unik dimana siswa junior dan senior ngumpul di belakang sekolah untuk berantem sampai akhirnya bisa diatasi oleh mereka. Fakta pendidikannya mereka sudah paham gambar-gambar dan kata-kata porno dan kotor (sedih banget yah)



Sharing ketiga oleh Kak Muti Inspirator Kelompok 1 SD 021 Batu Besaung. Kata Kak Muti ternyata jadi guru tidak mudah yah. Beliau sangat terinspirasi dengan kegiatan ini dan merasa bahwa materi yang diterima pada saat briefing sangat bermanfaat untuk kegiatan Hari Inspirasi.



Kemudian sharing oleh Kak Duha Dokumentator Kelompok 2 SD 014 Mugirejo, Kak Duha bilang sebagai dokumentator dia harus datang pagi untuk mengabadikan momen sebelum datang ke sekolah. Begitu banyak energi positif yang dia dapat dan senyum-senyum ceria dari anak-anak sekolah.


Sharing oleh Kak Dwi Dokumentator Kelompok 1 SD 021 Batu Besaung, Kak Dwi baru tahu bahwa ternyata ada juga sekolah beton di daerah sedalam Batu Besaung. Kemudian Kak Dwi bilang ternyata masih banyak orang-orang luar biasa yang gak pernah kelihatan siapa tapi mau berkorban untuk berbagi di kegiatan positif seperti ini.



Kemudian.....
Aku mulai gak bisa membendung air mata setelah mendengar sharing dari 1 orang inspirator dan 1 orang perwakilan sekolah berikut ini :



Pak Yanuar Inspirator Kelompok 3 SDN 007 Samarinda Seberang. Beliau bilang ketika menjadi inspirator jangan hanya memberi inspirasi, jangan berharap kita bisa menjadi seperti superman memberikan apa yang bisa kita berikan saja. Saat mengikuti kegiatan Kelas Inspirasi beliau pernah bertemu Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) ternyata mereka lebih bisa berekspresi, lebih bisa berterima kasih ketika beliau memberikan yel-yel semangat. Pada akhir acara Anak Berkebutuhan Khusus tadi memeluk erat Pak Yanuar dan berkata dengan mata berkaca-kaca "Pak terima kasih sudah mengajarkan saya menjadi orang yang luar biasa!" kemudian si anak ini terus-terusan mengejar kendaraan para inspirator yang harus pulang dari sekolah. Ada juga pengalaman ketika pada awal para siswa tidak tertarik bahkan ada yang menangis tapi pada saat akhir sesi malah tidak ingin para inspirator untuk pulang dan terus-terusan mengisi kelasnya.
Suatu ketika pernah Pak Yanuar memberikan sesuatu untuk seorang siswa, kemudian siswa ini meminta lebih kepada Pak Yanuar padahal 1 siswa hanya berhak mendapatkan 1. Saat Pak Yanuar bertanya untuk siapa, si anak ini kemudian berkata "Saya ingin memberikan 1 untuk tetangga saya pak agar dia mendapatkan apa yang saya dapatkan." Serentak semua teman-temannya di kelas memberikan bagian mereka untuk tetangga si anak ini.

(langsung lap air mata)



Kemudian sharing dari Kepala Sekolah aku di kelompok 6 SD Integral dan Ma'had Tahfidzul Qur'an Yayasan Rahmatullah. Beliau sebelumnya banyak mencari tahu tentang Kelas Inspirasi dari website dan berbagai sumber. Siswa disekolah ini adalah siswa yang rata-rata tidak ada orangtuanya. Ada, tapi tidak tahu ada dimana atau diurus oleh siapa. Kemudian beliau bercerita satu pengalaman unik setelah Hari Inspirasi. Ada salah seorang dari anak kembar di sekolah ini setelah Hari Inspirasi berkata kepada para Ustadz "Pak saya mau jadi seorang Jaksa tapi yang hapal Alquran." Beliau berkata bayangkan seandainya semua murid kemudian berfikir seperti ini ada perubahan besar yang akan muncul. Tidak akan ada lagi orang-orang yang bisa disuap oleh uang karena motivasinya bukan hanya keduniaan tapi juga akhirat.
Kelas Inspirasi punya orang-orang yang luar biasa dimana orang-orang di luar sana sibuk dengan dunianya, bekerja, mencari uang sedangkan kita mau sibuk berbagi mau sibuk menginspirasi.

Aku pribadi udah gak bisa nahan air mata lagi langsung nangis seketika.

Kita... yang kita pikir hanya memfasilitasi kegiatan yang baik, berbagi kebaikan, berbagi ilmu ternyata bagi anak-anak ini lebih dari itu. Kita membawa mereka jauh ke tujuan masa depan. Kita membawa mereka jauh untuk merasakan hal yang sebelumnya tidak pernah mereka rasakan. Kebahagiaan yang mereka cari, perlakuan yang berbeda, mereka merasa dihargai, mereka merasa punya tujuan punya gambaran masa depan.

Sharing session kali ini bener-bener bermakna banget.

Kemudian acara berlanjut menjadi acara diskusi kelompok. Setelah dibagi kelompok para peserta menuliskan fakta-fakta unik yang mereka temukan di sekolah. Ekspresif banget ada yang menuangkan dalam bentuk gambar, ada yang tulisan, ceritanya seru-seru banget.

Setelah itu kami memberikan 3 pertanyaan khusus yang harus dijawab oleh masing-masing individu inspirator dan dokumentator. Pertanyaan pertama adalah : Apa pentingnya Kelas Inspirasi bagi diri mereka? Kedua : Seandainya gerakan Kelas Inspirasi ini masif diseluruh daerah apa yang akan terjadi? Ketiga: Bagaimana jika seandainya Kelas Inspirasi tahun depan tidak diadakan lagi?

Banyak jawaban yang kemudian bermunculan. Intinya seperti ini : 

- Pentingnya Kelas Inspirasi bagi mereka adalah,
  • Membentuk lingkungan positif, menginspirasi, berperan langsung di lingkungan, memberikan manfaat dan mengenalkan profesi lain kepada para siswa Sekolah Dasar
  • Membantu diri sendiri untuk lebih bersyukur dengan keadaan kehidupan mereka bahwa mereka jauh lebih beruntung dari anak-anak Sekolah Dasar ini dan bisa saling bersilahturahim dengan rekan Kelas Inspirasi dan Pihak Sekolah
  • Kelas Inspirasi juga sarana untuk mewujudkan impian mereka, sarana sharing skill dan ide
  • Para siswa jadi tahu masa depannya mau seperti apa melalui cita-citanya
  • Mereka jadi lebih tau mulianya profesi seorang guru dan mereka belajar jadi sosok panutan
  • Kelas Inspirasi menjadi kebutuhan bagi kemajuan pendidikan. Mereka merasa untuk apa sekolah tinggi-tingginya mereka jika mereka tidak mau berbagi apa yang sudah mereka pelajari.
- Kemudian jika seandainya gerakan Kelas Inspirasi ini menjadi masif diseluruh daerah, mereka merasa,
  • Kelas Inspirasi jadi gerakan "Learning by doing" dimana para inspiratornya sudah melakoni apa yang menjadi bagian dari impian mereka
  • Mereka menjadi senang, termotivasi, berani, peduli, bersyukur dan sebagainya
- Jika tidak ada lagi Kelas Inspirasi di tahun depan, mereka merasa :
  • Indonesia kehilangan generasi emasnya, menjadi sedih, merasa pengalaman yang mereka miliki jadi sia-sia, merasa kehilangan, merasa tidak bisa menginspirasi lagi, merasa kehilangan semangat positif, hilangnya sarana untuk berbagi positif dan mereka akan membuat kegiatan serupa Kelas Inspirasi lagi.



Alhamdulillah, tenyata baik bagi aku pribadi sebagai bagian dari fasilitator maupun inspirator dan dokumentator sudah ada rasa memiliki akan Kelas Inspirasi ini. Semua ingin kita terus maju terus menginspirasi terus berbagi.

Seperti yang pernah aku bilang sebelumnya. Kelas Inspirasi dan para relawan sudah membuat aku bangkit lagi. Karena aku yakin ada mimpi-mimpi yang belum selesai. Ada tujuan yang masih harus dijalankan. Kita sama-sama ingin memberikan yang terbaik, kita sama-sama ingin Indonesia lebih baik, kita sama-sama ingin memperbaiki kualitas pendidikan kita, kita sama-sama ingin sukses.

Semoga semangat ini terus dan terus tumbuh setiap tahunnya. Mimpi dan tujuan masa depan anak-anak Sekolah Dasar ini terus terngiang dipikiran kita. Agar kita terus merasa ada tujuan yang ingin kita tuju bersama. Ada manfaat disetiap lelah dan keringat kita. Ada kebahagian lebih dari sekedar materi. Ada senyum yang kita rindukan.

Dan

Ada kebersamaan yang harus tetap terjaga, dimana semangat dan energi positif akan hilang tanpa kehadiran mereka di kehidupan kita.

Terima kasih relawan Kelas Inspirasi Samarinda #3 atas kerja keras kalian, atas kasih sayang yang tulus, atas inspirasi dan ilmu yang kalian bagi, atas tawa yang menyenangkan, atas saran yang menenangkan, atas kebersamaan yang senantiasa dirindukan.

Terima kasih sudah menjadi bagian yang ikut merubah kehidupanku menjadi lebih berwarna. 

Terima kasih sudah menerima kehadiran aku diantara kalian.

Terima kasih, 
sampai tidak ada lagi kalimat yang bisa terus diucapkan untuk menggambarkan betapa berharganya diri kalian dan semua yang sudah kalian lakukan.

Terima kasih
Terima kasih dan
Terima kasih.



*Foto by : Dokumentasi pribadi dan Relawan Kelas Inspirasi

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...