Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan

Me and U.S Embassy Jakarta



Picture by @america

I had an amazing moment as a co speaker with U.S Embassy in Jakarta. During Ramadan Outreach Program, I went out with several diplomats and team talked about Ramadan in America. I met a lot of high school students. 

I’ve been doing Ramadan Outreach for 3years now. It such a great event that I always waiting for every Ramadan. I also got chance to have dinner with all the diplomats in Iftar event.

I  also got chance to talk at @america. The only and the coolest American Culture Center in the world. @america located in Pacific Place Mall Jakarta. They have all the most amazing technology. My favorite thing is Google earth section. I can go to Disneyworld, Taj Mahal and Liberty Statue all in one touch!





It such an honor for me because all the famous person were standing there in that place too, such as Agnez Monica (famous singer), Monique Coleman (HSM from Disney and also UN Youth Ambassador), Ahmad Fuadi (N5M-MWJ Author), Alanda Kariza (famous book writer) and many more.

Checkout about @america more here : http://www.atamerica.or.id/

It’s amazing because I’ve been there so many time as an audience and been wondering when I can speak on that stage. I can’t believe I got that chance too and thanks a lot to U.S Embassy.

So this year, I spoke with Sarah Gardiner at @america and the Audience were Pesantren Al Amanah Al Gontory High School Boys.



Picture by @america

And then I went to Ponpes Al Falah High School in Kebon Jeruk Jakarta Barat with Mr. Edward Routh from ICITAP.







Just like last year we had iftar with streetschool kids and all the diplomats. It was fun and we also got to see the helping hand puppet show! My favorite show ever.




After that I got the other chance to talk about Election in the U.S with Mr. Geoffrey also @america. It was amazing because I have no idea about election before. I just had an experience living in the Washington, DC during election. So the night before D-day, I learnt a lot so I can explain to the audience. It went really well and Mr. Geo spoke really good Bahasa Indonesia. Election in the U.S has so complicated process it’s much more different than election in Indonesia.




After that someone from Kompas.com interviewed me, his name is Ali. Asked me about my experience during my exchange student year in the U.S. It’s also such an honor for me for being on the one of famous news website.

You can read here : http://edukasi.kompas.com/read/2012/09/16/12152625/Fitra.dan.Pengalaman.School.Without.Walls




Overall I really enjoy my life as a speaker and share whatever experience I’ve had and all the knowledge I’ve been learning. It feels soooo good, you should try it :D.

Indonesia Butuh Pemimpin


Rapat kenaikan BBM tanggal 30 Maret 2012 yang selesai pada dini hari tanggal 31 Maret 2012 oleh anggota DPR-RI memberikan pemandangan yang menyedihkan bagi rakyat Indonesia.

Rencana kenaikan BBM yang rencananya akan di laksanakan pada 1 April 2012 menimbulkan banyak pendapat dari berbagai kalangan. Di kalangan masyarakat awam yang aku dengar sendiri dari kalangan masyarakat menengah ke bawah berpendapat bahwa mereka setuju dan ikhlas dengan kenaikan BBM hanya apabila kenaikan BBM tersebut memang diperuntukan untuk mensejahterakan rakyatnya. Namun kenyataan di lapangan bahwa Partai dari kalangan penguasa yang memenangkan pemilu menunjukkan kenyataan bahwa mereka yang dulu berkeinginan memberantas korupsi dengan slogan khas mereka “Katakan TIDAK pada korupsi” malah terang-terangan terungkap kasus penggelapan dana wisma Atlit. Belum lagi kasus-kasus yang belum begitu terdengar luas.

Kenyataan di daerah Kalimantan Timur, daerah yang terkenal dengan negeri penghasil minyaknya, yang diasumsikan sebagai daerah yang kaya karena banyak sumber daya alam yang bisa dimanfaatkan. Nyatanya sering tidak kebagian stok bahan bakar. Mereka bahkan harus mengantri panjang pagi-pagi diluar SPBU sebelum SPBU tersebut di buka agar tidak kehabisan, bisa jadi usaha mengantri mereka sia-sia karena stok BBM habis dan terpaksa membeli di eceran yang per liternya seharga Rp 6000,- . Jauh sebelum isu BBM akan dinaikkan kenyataan inilah yang sering mereka hadapi. Belum lagi setiap malam jalanan di Samarinda bagai kota mati tanpa lampu. Lampu jalanan hampir semua dalam keadaan mati. Terjadi juga listrik padam yang dapat terjadi 4 kali sehari, bahkan sampai terjadi beberapa kebakaran dalam sehari hanya karena konsleting listrik. Betapa mirisnya keadaan daerah yang daerahnya di bor di keruk habis sebagai bahan bakar.

Beda dengan Jakarta yang kita tidak pernah menemukan orang mengantri panjang di SPBU dari subuh. SPBU buka selama 24 jam, lampu jalanan tetap terang benderang dengan kendaraan yang berlimpah menggerogoti macetnya Jakarta.
Dengan keadaan yang masih jauh lebih baik dari Kaltim, seluruh mahasiswa khususnya di Jakarta melakukan demo besar-besaran mengatas namakan rakyat. Hal ini terlihat sungguh aneh karena mereka belum pernah merasakan keadaan seperti yang dirasakan masyarakat di Kaltim.

Semua orang punya pandangan sendiri mengenai kenaikan BBM ini sesuai dengan latar belakang disiplin ilmu yang dimilikinya.
Bagi seseorang yang memiliki pengetahuan dalam ilmu perminyakan, dia akan setuju dengan kenaikan BBM karena Indonesia memang memiliki sumber daya minyak, tetapi kita bukan negara yang memproses minyak itu sendiri sehingga harga minyak di tentukan oleh pihak luar khususnya Internasional.
Bagi seorang pengamat ekonomi, ada keganjilan dalam hitung-hitungan yang di paparkan oleh pemerintah.
Bagi seorang ahli politik, kenaikan BBM hanya akan menambah kesengsaraan rakyat.

Menurut seorang pelajar hubungan Internasional- FISIP seperti saya. Ya memang kenaikan BBM adalah keputusan yang hanya akan menyengsarakan rakyat yang memang sejak dulu belum lepas dari belenggu kesengsaraan. Tapi kenaikan bisa di atasi jika kita bisa langsung membeli minyak dari negara-negara penghasil minyak langsung bukan dari negara ketiga atau perantara yang pada akhirnya mereka juga mencari keuntungan lebih. Namun hal ini tidak semudah itu dilakukan, karena pertama-tama kita harus memiliki pemerintah yang mampu melakukan diplomasi yang baik dengan negara penghasil minyak dan mampu melepas belenggu dari negara perantara yang sampai saat ini hal itu adalah kelemahan yang dimiliki pemerintah Indonesia. Kita perlu pemerintah yang bisa menemukan solusi sekaligus inovasi bukan pemerintah yang berkoar-koar bahwa keputusan yang mereka ambil memang bukan keputusan yang tidak populer yang semata-mata untuk kebaikan rakyat. Kemudian memunculkan solusi BLSM ( Bantuan Langsung Sementara Masyarakat) yang tidak berbeda dengan kebijakan BLT (Bantuan Langsung Tunai) yang pernah dilaksanakan namun mengalami kericuhan sampai memakan korban. Kita tidak selayaknya membiasakan masyarakat kita menerima uang untuk konsumtif semata. Uang digunakan hanya untuk memenuhi kebutuhan bukan untuk menghasilkan suatu usaha yang nantinya hasil dari usaha tersebut menghasilkan uang untuk memenuhi kebutuhannya.

Negara kita sering menghambat seseorang untuk berusaha. Beda dengan pemerintah RRC yang membuka kesempatan seluas-luasnya untuk rakyat menjadi kaya bahkan mendorong masyarakatnya untuk bergerak berusaha agar semua orang bisa kaya bagaimanapun caranya. China membiarkan ekonominya di liberalisasi se liberal mungkin tanpa meliberalisasi sistem politiknya. Mereka tetap teguh dalam nilai-nilai yang mereka pegang teguh. Sedangkan pemerintah Indonesia sekarang meliberalisasikan sistem ekonomi dan sistem politiknya. Salah seorang dosen bernama Umar Suryadi Bakry pernah berkata bahwa Indonesia bisa jadi  merupakan satu-satunya negara paling Liberal dimana orang-orang berhak melakukan perusakan, pembakaran tanpa pernah dijerat sanksi hukum atas nama demokrasi.

Kericuhan aksi mahasiswa menolak kenaikan BBM kurang lebih selama seminggu pada akhir bulan Maret sampai diadakannya sidang paripurna di DPR-RI mengingatkan kita pada tragedi Tianan Men Square 1989 di China atau tragedi 98 yang pernah terjadi di Indonesia. Suasana mencekam yang berhasil di tunjukkan ke masyarakat luas melalui kamera-kamera media yang berada di tempat kejadian pada saat itu. Aksi saling kepung, gas air mata, baracuda, polisi, tentara, mahasiswa saling serang.
Walaupun pada dini hari hasil sidang paripurna menyatakan bahwa belum dapat diberlakukan tanggal 1 April dan di tunda selama 6 bulan. Rapat malam itu berhasil menunjukkan bahwa ada banyak partai politik yang sebenarnya tidak memikirkan kepentingan rakyatnya. Partai penguasa, Demokrat yang pada suatu kesempatan di acara Indonesia Lawyers Club TVOne menyatakan dengan lantang bahwa keputusan partai mereka adalah untuk medukung KEPENTINGAN PEMERINTAH. Statement yang menyedihkan. Hal ini juga meruntuhkan sistem Trias Politica yang menyatakan fungsi legislatif adalah untuk mengawasi eksekutif bukan untuk ikut melancarkan kepentingan eksekutif.

Saya pernah bertanya kepada seorang dosen. Mengapa sampai saat ini Indonesia belum mengalami perubahan yang signifikan seperti yang pernah terjadi pada China, Jepang, negara-negara di Asia Selatan, di Eropa bahkan di Amerika padahal kita sudah merdeka selama berpuluh-puluh tahun lamanya?. Perjuangan yang hanya butuh diteruskan oleh penerus bangsa yang dipercaya oleh para Founding Father negara kita.
Bukannya melahirkan tokoh-tokoh yang semakin hebat kita malah semakin kehilangan jati diri. Indonesia bagi sebagian orang sudah mati, sebagian lagi menganggap bahwa negara ini layaknya mayat yang terus diberi wewangian agar terus bertahan.

Satu jawaban beliau : “Bangsa ini belum di takdirkan oleh Tuhan untuk diberikan seorang tokoh pemimpin yang tidak hanya cerdas namun juga jujur dalam segala tindakannya, pemimpin yang tidak hanya hebat dalam segi kecerdasan Intelektual namun juga hebat dalam kecerdasan emotional dan spiritualnya sehingga bisa menjadi pemimpin yang menggerakkan bangsa dan negara ini melesat jauh”.
Belum ada seseorang seperti Deng Xiaoping yang berhasil memajukan China dan melepaskan China dari penderitaan, kemiskinan yang menyengsarakan rakyatnya selama berpuluh-puluh tahun lamanya sampai bisa menjadi negara great power sekarang ini.

Siapapun yang menjadi presiden 2014 nanti, semoga bisa menjadi penggerak kemajuan Indonesia sebagaimana yang telah dibuktikan oleh negara-negara lain di dunia. Ini sudah saatnya sebuah negara di timur bangkit dan negara itu adalah Indonesia.


When Young Meet Older People




I lived in a country called Indonesia, where all the young people have to show their best respect to the old people. The younger sister has to show some respect to the older one. Respect means you have to call them with Kak, Pak, Bu  etc, you can’t call them by their name.
Well a long time ago it was fine for me, but now seems I got a little problem with that. These are the reason why :

First, I sort of act like an American.
Hold up, I’m not trying to be snooty here. I mean… Well I’ve lived there once. Even it was only for a year, I lived with real American family, be friends with real American teenagers and mingle with real American community so I learnt a lot from them. The thing is, for American there’s no such a thing called “senior” (only used for calling “old” people). I mean in The U.S you can call your parents, relatives or people in general by their real name. There is no specific attitude that you have to show when you are talking with them. You don’t have to kiss their hand or using specific words etc. Only use sisters and brothers I mingled with Muslim community.
They do in Indonesia. You have to show some respect when you meet older people in general whether you have to kiss their hand, choose specific words when talking with them also there are bunch of dos and don’ts.
When the first time I was in The U.S, I try to call my liaison with Brother Jeff. As the time goes it sounds annoying. I still called my host family by Daddy and Mommy even I can call them by their name. I can talk about everything with my teacher, they often share stories about boyfriend or wife with us without being embarrassed. I saw my sister kicked Dad’s ass with her feet. I saw my brother messed up Mom’s head too.
I got a lot of trouble when I went back to Indonesia. I felt like I’m a total freak, I felt like noone understand me. Lucky me, my real Mother understand the situation, I’ve been changing a lot. Well I said everything in my mind to her whether I like or I don’t like something. I’m not saying it was okay, we had such a big fight almost everyday till my Mother get used dealing with my “new” attitude. When it was all-okay with my Mom it wasn’t okay for other family member. My cousin almost slapped me right in my face when he heard the way I was talking with my Mother, he said it was so impolite.
Until now I still treated people no matter how old you are – the same. The way I talk to my Mother is exactly the way I talk with my friends and teachers. I treated people like an American does. Sometimes it’s just hard to realize that people labeled me as impolite girl.

Second, I play different role in different community
I have a job as a teacher, English instructor, speakers, presenter etc.
As a teacher or English instructor I have to be like whoever person I teach. If I’m teaching kindergarten kids, I have to speak, play sometimes dance like a kid. I can’t act like an old teacher that they have to call me “Bu Guru”, the class will become so boring. When I’m teaching general class with sometimes high school, manager, housewife and college people on it, I have to act like a pro. Sometimes they think that I’m 25 years old or something, because if they do know how young I am, they might feel uncomfortable and they rather choose another person who older than me. So I have to act exactly as their friend and make them feeling okay with the environment no matter how old they really are.
As a speaker I have to convince everyone that my experience is worth to try or I have to make sure that they can believe all the information I give to them. Sometimes I speak in front of young people, sometimes people whom older than me in general. So I have to act like an old people at least older than my actual age.
As a presenter, I use to accompany cool people like an ambassador of a country, politician, famous people or whoever cool for people to listen. So I cant tell them how young I am than them but it hurt when sometimes people call me “ibu” than “mba”. *sigh

Third, I’m feeling okay
The last reason is… For me it’s okay to not treat me, as the common old people in Indonesia want them to be treated. It’s fun to feel young all the time, it’s cool to be able to speak in front of older people and not being ignored and they actually listen to every word you say, it’s fine for young people to just call me by my name without saying “Kak” before my name, I feel comfortable when I’m able to treat my teacher or whoever is way smarter than me like my own best friend, it feels good when you able to speak and not hiding something from my parents. I never trying to impress people by being someone I am not because in the end they will find out who you really are.

So, what do you think?
Well I know… I lived in a country with different rules and custom. Especially Indonesia, when people seems really want to know all about you. Sometimes they care a lot about you more than they took care of their own life. When you act “different” be ready to hear all the negative feedback from them. Sometimes they can control your life without feeling guilty at all. They can easily judge you by the way they are thinking about you without knowing who you really are.
The good things are, you can find people who care about you everywhere. You can actually ask them to care and agree about things you’ve said. People really love you when you can do the entire good thing they want you to do. Everybody feel special when you be able to show them some respect than anybody. The last thing, it’s Indonesia! You can’t against more than a hundred thousand people who had their mind set with all of those rules and custom, not everyone been to the U.S and understand foreign mind set.
But I learnt a lot. Some International proverbs told me 
“Learning is a treasure that will follow its owner everywhere. “
“By learning you will teach; by teaching you will learn.”
“A closed mind is like a closed book; just a block of wood”
“He who respects his parents never dies.”
“If you can't lick 'em, join 'em.”
“Tell me and I'll forget. Show me, and I may not remember. Involve me, and I'll understand.”
“What the people believe is true.”
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...