Tampilkan postingan dengan label ramadhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ramadhan. Tampilkan semua postingan

Ramadan Terindah Sepanjang Masa

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan, 
أن رسول الله صلى الله عليه و سلم رقي المنبر فقال : آمين آمين آمين فقيل له يارسول الله ما كنت تصنع هذا ؟ ! فقال : قال لي جبريل : أرغم الله أنف عبد أو بعد دخل رمضان فلم يغفر له فقلت : آمين ثم قال : رغم أنف عبد أو بعد أدرك و الديه أو أحدهما لم يدخله الجنة فقلت : آمين ثم قال : رغم أنف عبد أو بعد ذكرت عنده فلم يصل عليك فقلت : آمين 
Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam naik mimbar lalu beliau mengucapkan, ‘Amin … amin … amin.’ 
Para sahabat bertanya, ‘Kenapa engkau berkata demikian, wahai Rasulullah?’ 
Kemudian, beliau bersabda, ‘Baru saja Jibril berkata kepadaku, ‘Allah melaknat seorang hamba yang melewati Ramadan tanpa mendapatkan ampunan,’ maka kukatakan, ‘Amin.’ 
Kemudian, Jibril berkata lagi, ‘Allah melaknat seorang hamba yang mengetahui kedua orang tuanya masih hidup, namun itu tidak membuatnya masuk Jannah (karena tidak berbakti kepada mereka berdua),’ maka aku berkata, ‘Amin. 
Kemudian, Jibril berkata lagi, ‘Allah melaknat seorang hamba yang tidak bersalawat ketika disebut namamu,’ maka kukatakan, ‘Amin.””
Hadis ini dinilai sahih oleh Al-Mundziri dalam At-Targhib wa At-Tarhib, 2:114, 2:406, 2:407, dan 3:295; juga oleh Adz-Dzahabi dalam Al-Madzhab, 4:1682. Dinilai hasan oleh Al-Haitsami dalam Majma’ Az-Zawaid, 8:142; juga oleh Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Al-Qaulul Badi‘, no. 212; juga oleh Al-Albani di Shahih At-Targhib, no. 1679.

Telah berakhir doa qunut witir yang terakhir malam ini
Telah selesai sahoor bersama ini
Telah selesai kajian subuh ini
Pulanglah imam bersuara merdu yang senantiasa menemani malam-malam para mukmin

Telah berkumandang adzan di waktu ashar
Sejenak akan tenggelam matahari
Menyambut gema takbir di seluruh penjuru negeri

Ramadan sudah berakhir.

Rasa sesak memenuhi dada
Tidak ada jaminan kita akan bertemu kembali
Tidak ada jaminan kita akan terus istiqomah melakukan kebaikan
Tidak ada jaminan atas hati ini untuk terus taat

Ya Ramadan sudah berakhir.

Duhai Ramadan,
Entah mengapa kasih sayang Allah begitu besar
Tidak pernah aku rasakan ramadan seindah ini sebelumnya
Di sepanjang hidupku

Duhai Ramadan,
Allah dan Rasulnya memuliakanmu, mensyariatkan amalan baik menyertaimu

Duhai Ramadan,
Terima kasih atas kesempatan untuk menuntut ilmu Dien, padahal aku orang yang bodoh

Duhai Ramadan,
Terima kasih atas kesempatan berdiri disetiap malam, padahal aku bukan seorang yang Abid

Duhai Ramadan,
Terima kasih atas puasa yang penuh kejujuran, lapar dan dahaga tidak menghalangiku dari memuliakanmu

Duhai Ramadan,
Terima kasih sudah menumbuhkan cintaku di dalam masjid-masjid Allah, padahal aku orang yang lalai

Duhai Ramadan,
Terima kasih atas senandung Al Quran bukti cinta Allah Yang Maha Mulia, padahal aku masih terbata-bata

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: 
الصِّيَامُ وَالْقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَقُولُ الصِّيَامُ أَيْ رَبِّ مَنَعْتُهُ الطَّعَامَ وَالشَّهَوَاتِ بِالنَّهَارِ فَشَفِّعْنِي فِيهِ وَيَقُولُ الْقُرْآنُ مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِاللَّيْلِ فَشَفِّعْنِي فِيهِ قَالَ فَيُشَفَّعَانِ 
“Puasa dan Al-Qur’an akan memberikan syafaat pada hari kiamat. Puasa mengatakan ‘Wahai Rabbku, aku menghalanginya dari makan dan syahwat pada siang hari maka berilah ia syafaat karenaku.’ Al-Qur’an pun berkata, ‘Aku menghalanginya dari tidur pada malam hari maka berilah ia syafaat karenanya.” Rasulullah mengatakan, “Maka keduanya akan memberikan syafaat.” (HR. Ahmad, Hakim)

Ya Allah..
Jangan Engkau masukkan aku kepada golongan orang-orang yang dilaknat atas diaminkannya doa Jibril oleh Rasulullah saw.
Jangan kau biarkan aku termasuk orang-orang yang merugi.

Ya Allah
Jadikan amalanku, puasaku adalah sebaik-baiknya hal yang paling kau ridho'i
Jadikan kasih sayangmu membuat aku istiqomah di jalanmu

Ya Allah
Jangan kau tinggalkan aku sebagaimana Ramadan pergi meninggalkan kami
Jangan engkau biarkan aku tersesat berbalik ke belakang kembali

Ya Allah...
Mungkin besok tidak ada lagi hari-hari penuh ilmu dariMu sebagaimana Ramadan menghiasinya,
Mungkin besok tidak ada lagi shaf-shaf berjamaah sebagaimana Ramadan menghiasinya,
Mungkin besok tidak ada lagi suara-suara dzikir sebagaimana Ramadan menghiasinya,
Mungkin besok tidak ada lagi tempat-tempat duduk di masjid-masjidmu sebagaimana Ramadan menghiasinya,
Mungkin besok tidak ada lagi seguk air mata di tengah malam sebagaimana Ramadan menghiasinya,
Mungkin besok tidak ada lagi lantunan ayat-ayat Al QuranMu yang indah sebagaimana Ramadan menghiasinya,

Tapi Ya Allah
Izinkan ilmu tetap mengisi hati kami
Izinkan berjamaah menjadi semangat kami
Izinkan berdzikir membasahi lidah kami
Izinkan masjid-masjidMu menjadi tempat duduk kami
Izinkan Al QuranMu menjadi bacaan mata-mata kami
Izinkan kau masih lembutkan hati kami agar tunduk dan taat kepadaMu

Ya Allah Ramadan sudah pergi
Tidak ada yang bisa kami perbuat, tidak ada yang mampu menahan

Ya Allah...
Begitu pula kelak saat ajal menjemput kami
Tidak ada yang bisa kami perbuat dan tidak ada yang bisa mampu menahan

Jadikanlah ini sebaik-baiknya Ramadan pada akhirnya
Jadikan ini sebaik-baiknya umur di penghujungnya
Jadikan ini diterimanya ampunan dari taubat yang nasuha

Ya Allah,
Tanpa ilmuMu aku tetap menjadi orang bodoh yang lebih bodoh dari hewan ternak

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِّنَ الْجِنِّ وَالْإِنسِ ۖ لَهُمْ قُلُوبٌ لَّا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ ءَاذَانٌ لَّا يَسْمَعُونَ بِهَآ ۚ أُو۟لٰٓئِكَ كَالْأَنْعٰمِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ ۚ أُو۟لٰٓئِكَ هُمُ الْغٰفِلُونَ ﴿الأعراف:١٧٩﴾

Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu seperti hewan ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. (Q.S. Al A'raf : 179)
Tanpa kasih sayangmu, aku termasuk orang-orang yang merugi.

Ya Allah,

Terima kasih Engkau mempersaudarakan kami dengan saudara-saudara seiman, memahamkan kami dengan Dien Islam, memudahkan hapalan kami, memudahkan langkah kami, menyehatkan dan melengkapkan rezeki kami.

Ya Allah Ramadan sudah pergi,
Jadikanlah ini Ramadan yang terbaik. Sehingga kau berkahi umur kami dan mempertemukannya lagi atau membaguskan amalan kami mencapai ridhoMu sehingga Engkau akhiri ajal kami dengan Tauhid yang lurus.

إن في الجنة بابا يقال له الريان، يدخل منه الصائمون يوم القيامة. لا يدخل منه أحد غيرهم فإذا دخلوا أغلق فلم يدخل منه أحد [فإذا دخل آخرهم أغلق ومن دخل شرب ومن شرب لم يظمأ أبدا]. 
“Sesungguhnya dalam surga ada satu pintu yang di sebut dengan Ar-Rayyan. Orang-orang yang berpuasa akan memasuki pintu tersebut pada hari kiamat, tidak ada selain mereka yang akan memasukinya. Jika orang terakhir yang berpuasa telah masuk ke dalam pintu tersebut maka pintu tersebut akan tertutup. Barang siapa yang masuk, maka ia akan minum dan barang siapa yang minum maka ia tidak akan haus untuk selamanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Syawwal 1437 H
6 Juli 2016

Me and U.S Embassy Jakarta



Picture by @america

I had an amazing moment as a co speaker with U.S Embassy in Jakarta. During Ramadan Outreach Program, I went out with several diplomats and team talked about Ramadan in America. I met a lot of high school students. 

I’ve been doing Ramadan Outreach for 3years now. It such a great event that I always waiting for every Ramadan. I also got chance to have dinner with all the diplomats in Iftar event.

I  also got chance to talk at @america. The only and the coolest American Culture Center in the world. @america located in Pacific Place Mall Jakarta. They have all the most amazing technology. My favorite thing is Google earth section. I can go to Disneyworld, Taj Mahal and Liberty Statue all in one touch!





It such an honor for me because all the famous person were standing there in that place too, such as Agnez Monica (famous singer), Monique Coleman (HSM from Disney and also UN Youth Ambassador), Ahmad Fuadi (N5M-MWJ Author), Alanda Kariza (famous book writer) and many more.

Checkout about @america more here : http://www.atamerica.or.id/

It’s amazing because I’ve been there so many time as an audience and been wondering when I can speak on that stage. I can’t believe I got that chance too and thanks a lot to U.S Embassy.

So this year, I spoke with Sarah Gardiner at @america and the Audience were Pesantren Al Amanah Al Gontory High School Boys.



Picture by @america

And then I went to Ponpes Al Falah High School in Kebon Jeruk Jakarta Barat with Mr. Edward Routh from ICITAP.







Just like last year we had iftar with streetschool kids and all the diplomats. It was fun and we also got to see the helping hand puppet show! My favorite show ever.




After that I got the other chance to talk about Election in the U.S with Mr. Geoffrey also @america. It was amazing because I have no idea about election before. I just had an experience living in the Washington, DC during election. So the night before D-day, I learnt a lot so I can explain to the audience. It went really well and Mr. Geo spoke really good Bahasa Indonesia. Election in the U.S has so complicated process it’s much more different than election in Indonesia.




After that someone from Kompas.com interviewed me, his name is Ali. Asked me about my experience during my exchange student year in the U.S. It’s also such an honor for me for being on the one of famous news website.

You can read here : http://edukasi.kompas.com/read/2012/09/16/12152625/Fitra.dan.Pengalaman.School.Without.Walls




Overall I really enjoy my life as a speaker and share whatever experience I’ve had and all the knowledge I’ve been learning. It feels soooo good, you should try it :D.

Penjelasan Terhadap Berita Hadist Nabi Tentang Huru-Hara di Bulan Ramadhan 2012


Mungkin kalian sudah banyak yang dapat berita melalu sms, bbm, email, pesan yang kira2 isinya seperti ini :

“ Lihat kalendar untuk tahun 2012... 1 Ramadhan pada tahun 2012 jatuh pada 20 Juli yaitu hari Jumat, jadi 3 Agustus 2012 bersamaan 15 Ramadan juga pada hari Jumat. Sama dengan satu hadis Nabi SAW tentang huru hara besar yang akan terjadi pada tengah malam pertengahan Ramadhan iaitu hari Jumaat 15 Ramadhan di bumi ini. Huru hara yang akan mengejutkan semua orang yang sedang tidur... Satu suara yang amat dahsyat akan kita dengar dari langit, bukan kiamat tetapi huru hara tersebut akan melenyapkan umat manusia di atas muka bumi ini sebanyak 2/3, yang tinggal hanya 1/3 shj. ( Menurut kajian NASA, pada 21-12-2012 satu planet yg yang dikenali planet X akan melintasi bumi ) Adakah kita semua ni tergolong dalam 1/3 itu? Adakah peristiwa itu akn berlaku pada 2012?? Hanya ALLAH yang Maha Mengetahui..

Yang penting kita perbanyakkan ibadat dan berdoa agar kita termasuk dlm golongan yg dilindungi Allah, jika mati biarlah kita mati dlm Islam dan beriman.. Apa pun, peristiwa itu pasti akan berlaku mengikut hadis Nabi SAW di bawah..


Dari Nu'aim bin Hammad meriwayatkan dengan sanadnya bahawa Rasulullah SAW bersabda:
Bila telah muncul suara di bulan Ramadhan, maka akan terjadi huru-hara di bulan itul...". Kami bertanya: "Suara apakah, ya Rasulullah? " Beliau menjawab: "Suara keras di pertengahan bulan Ramadhan, pada malam Jumaat, akan muncul suara keras yang membangunkan orang tidur, menjadikan orang yang berdiri jatuh terduduk, para gadis keluar dari pingitannya, pada malam Jumaat di tahun terjadinya banyak gempa. Jika kalian telah melaksanakan solat Subuh pada hari Jumaat, masuklah kalian ke dalam rumah kalian, tutuplah pintu-pintunya, sumbatlah lubang-lubangnya, dan selimutilah diri kalian, sumbatlah telinga kalian. Jika kalian merasakan adanya suara menggelegar, maka bersujudlah kalian kepada Allah dan ucapkanlah: " Mahasuci Al-Quddus, Mahasuci Al-Quddus, Rabb kami Al-Quddus ", kerana barangsiapa melakukan hal itu akan selamat, tetapi barangsiapa yang tidak melakukan hal itu akan binasa". (Al Hadis). “

Pertanyaannya adalah Apakah anda mengecek ke Shahih-an hadist ini sebelum ikut-ikutan menyebarkan beritanya kepada orang lain?


Semoga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya, Allahualam Bissawaab

berikut ini adalah teks Arab hadits  yang ditanyakan:  

عن ابن مسعود قال قال رسول الله :  - صلى الله عليه وسلم -  إذا كانت صيحة فى رمضان فإنه يكون معمعة فى شوال وتمييز القبائل فى ذى القعدة وتسفك الدماء فى ذى الحجة والمحرم وما المحرم يقولها ثلاث مرات هيهات هيهات يقتل الناس فيه هرجا هرجا قلنا وما الصيحة يا رسول الله قال هدة فى النصف من رمضان ليلة الجمعة فتكون هدة توقظ النائم وتقعد القائم وتخرج العواتق من خدورهن فى ليلة جمعة فى سنة كثيرة الزلازل والبرد فإذا وافق شهر رمضان فى تلك السنة ليلة الجمعة فإذا صليتم الفجر من يوم الجمعة فى النصف من رمضان فادخلوا بيوتكم وأغلقوا أبوابكم وسدوا كواكم ودثروا أنفسكم وسدوا آذانكم فإذا أحسستم بالصيحة فخروا لله سجدا وقولوا سبحان القدوس سبحان القدوس ربنا القدوس فإنه من فعل ذلك نجا ومن لم يفعل هلك

            Hadits ini terdapat dalam kitab Al Fitan, karya Nu’aim bin Hammad, Juz. 1, Hal. 228, No. 638. Juga kitab Kanzul ‘Ummal, karya Imam Alauddin Al Muttaqi Al Hindi No. 39627.

                Sanad hadits tersebut sebagai berikut, berkata Nu’aim bin Hammad:

حَدَّثَنَا‪ أَبُو عُمَرَ عَنِ ابْنِ لَهِيعَةَ قَالَ : حَدَّثَنِي عَبْدُ الْوَهَّابِ بْنُ حُسَيْنٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ ثَابِتٍ‪ الْبُنَانِيِّ عَنْ أَبِيهِ عَنِ الْحَارِثِ الْهَمْدَانِيِّ عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ‪ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ

                Berkata kepada kami Abu Umar, dari Ibnu Luhai’ah, dia berkata: berkata kepadaku Abdul Wahhab bin Husain, dari Muhammad bin Tsabit Al Bunani, dari ayahnya, dari Al Haarits Al Hamdani, dari Ibnu Mas’ud Radhiallahu ‘Anhu, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: ... (lalu disebut hadits di atas)

Hadits ini memiliki banyak cacat, yakni pada semua perawinya –kecuali Ibnu Mas’ud Radhiallalhu ‘Anhu:

1.       Nu’aim bin Hammad

Beliau termasuk seorang imam, beliaulah yang menyusun kitab Al Fitan sendiri, tetapi  para  imam hadits telah mengkritiknya dengan tajam.  Tentang Beliau dan kitab Al Fitan, Imam Adz Dzahabi berkata:
لا يجوز لاحد أن يحتج به، وقد صنف كتاب " الفتن " فأتى فيه بعجائب ومناكير.
                “Tidak boleh bagi seorang pun berhujjah dengannya, dan Dia telah menyusun kitab Al Fitan, yang di dalamnya terdapat  banyak keanehan dan kemungkaran.” (As Siyar A’lamin Nubala, 10/609)

Imam An Nasa’i mengatakan: “Dia orang yang lemah (dhaif).”  Imam Al Azdi mengatakan: “Dia termasuk orang yang memalsukan hadits demi membela sunah.”  Imam Al ‘Abbas bin Mush’ab mengatakan dalam Tarikh-nya: “Dia memalsukan sebah buku untuk membantah kaum Jahmiyah.”  Oleh karenanya Imam Adz Dzahabi mengatakan tentangnya: “Salah satu imam dunia, yang memiliki kelemahan dalam haditsnya.” (Lihat semua dalam Mizanul I’tidal, 4/267-269)

Ada yang menilainya jujur dan terpercaya, seperti Imam Yahya bin Ma’in, Imam Ahmad, dan Imam Al ‘Ijli, dan Imam Al Bukhari pernah mengambil hadits darinya. (Ibid) Namun dalam kitab yang lain Imam Ibnu Ma’in pernah mengkritiknya.

Dalam As Siyar disebut oleh Imam Adz Dzahabi, menurut Imam Al ‘Abbas bin Mush’ab bahwa Nu’aim bin Hammad telah memalsukan satu buku untuk membantah Imam Abu Hanifah dan Muhammad bin Al Hasan, serta memalsukan 13 buku untuk membantah kelompok Jahmiyah. 

Shalih Al Jazarah dan Az Zuhri mengatakan, Nu’aim bin Hammad adalah seorang yang memiliki banyak hadits-hadits munkar yang tidak bisa diikuti. Imam Yahya bin Ma’in ditanya tentang haditsnya Nu’aim bin Hammad, beliau menjawab: “haditsnya bukan apa-apa (maksudnya jangan dianggap, pen).”

Ibnu Hammad Ad Daulabi mengatakan: “Nu’aim bin Hammad dhaif.” Ahmad bin Syu’aib, Ibnu Hammad, dan lainnya mengatakan: “Dia memalsukan hadits demi membela sunah, dan memalsukan hikayat para ulama tentang fitnahnya Abu Hanifah, semua adalah dusta.”  Imam An Nasa’i mengatakan: “Dia telah memasuki batas sebagai orang yang tidak boleh dijadikan hujjah.”

Imam Ibnu Hibban berkata tentang dia: “Suka salah dan bimbang.” Ibnu Yunus mengatakan: “Dia meriwayatkan hadits-hadits munkar dari orang-orang yang bisa dpercaya.” (Lihat semua dalam Siyar A’lamin Nubala, 10/595 – 611)

2.       Abu Umar

Inilah cacat kedua. Abu Umar, dia adalah Hammad bin Waqid Al ‘Isya Ash Shafar. Beliau adalah guru dari Nu’aim bin Hammad.

Abu Umar Hammad bin Waqid ini telah didhaifkan para ulama. Imam Yahya bin Ma’in mengatakan: “dhaif.” Imam Al Bukhari berkata: “munkarul hadits – haditsnya munkar.” Imam Abu Zur’ah dan lainnya: “Layyin –lemah.” Imam Al Fallas mengatakan: “Banyak salah dan wahm (bimbang/ragu).” (Lihat Al Mizan, 1/600)

3.       Ibnu Lahi’ah

Beliau adalah rawi yang terkenal kelemahannya, yakni buruk pada sisi hapalannya, khususnya setelah buku-bukunya terbakar. Ishaq bin Isa mengatakan kitab-kitabnya terbakar pada tahun 169H.

                Diceritakan bahwa Imam Yahya bin Said Al Qaththan  sama sekali tidak mau menganggap hadits Ibnu Luhai’ah.  Imam Abdurrahman bin Mahdi mengatakan: “Saya tidak membawakan haditsnya sedikit atau banyak.” Imam Muslim mencertakan bahwa Waki’, Yahya, dan Ibnu Mahdi meninggalkan hadits Ibnu Lahi’ah.  Imam An Nasa’i mengatakan: “Laisa bitsiqah – bukan orang terpercaya.” Abdurrahman bin Kharrasy mengatakan: “Jangan ditulis haditsnya.”  Abu Zur’ah dan Yahya bin Ma’in mengatakan: “Tidak bisa dijadikan hujjah.” Abu Ishaq Al Jauzajaani mengatakan: “Haditsnya tidak memiliki cayaha, tidak bisa dijadikan hujah, dan jangan diikuti.” (Lengkapnya lihat As Siyar, 8/11-31)

4.       Abdul Wahhab bin Husain

Imam Al Hakim berkata tentang beliau: “Majhuul – tidak dikenal.” (Al Mustadrak No. 8590), Al Hafizh Ibnu Hajar juga berkata tentang beliau: “Majhuul .” (Lisanul Mizan, 4/87)

5.       Muhammad bin Tsaabit Al Bunani

Imam Yahya bin Ma’in mengatakan: “Laisa biqawwi – tidak kuat.” Imam Abu Hatim mengatakan: “Tidak bisa dijadikan hujah dan haditsnya munkar.” Abu Zur’ah berkata: “Layyin – lemah.”  (Imam Abdurrahman bin Abi Hatim, Al Jarh wat Ta’dil, 7/217)

Imam An Nasa’i mengatakan: “Dhaif. Imam Ibnu ‘Adi mengatakan: “haditsnya tidak bisa diikuti.” Imam Al Bukhari mengatakan: “Padanya ada yang pertimbangkan.” (Mizanul I’tidal, 3/495)

6.       Al Haarits Al Hamdani

Dia adalah Al A’war (buta sebelah matanya). Kun-yahnya adalah Abu Zuhair.  Dia juga lemah, bahkan sebagian menuduhnya sebagai pendusta. 

Asy Sya’bi berkata: “Bercerita kepadaku Al Haarits Al A’war, dan dia adalah Kadzdzaab – pendusta.” Ibrahim berkata: “Dia tertuduh (sebagai pendusta).” Ibnu Al Madini berkata: “Kadzdzaab.” Yahya bin Ma’in mengatakan: “Dhaif.”  An Nasa’i berkata: “Laisa bilqawwi – bukan orang kuat.” Ad Daruquthni mengatakan: “Dhaif.”  Yahya Al Qaththan mengatakan: “Umumnya apa yang diriwayatkannya tidak terjaga.” Ibnu Hibban berkata: “Beliau orang yang ekstrim tasyayyu’ (condong ke syi’ah), dan haditsnya lemah.” (Mizanul I’tidal, 1/435-437)  

Maka, betapa mengenaskan riwayat ini! Seandainya satu perawi saja yang bermasalah sudah cukup menjatuhkan hadits ini, namun hadits ini  ada enam perawi yang bermasalah, bahkan beberapa di antara mereka ada yang disebut sebagai pemalsu hadits dan pendusta. Oleh karenanya para ulama seperti Imam Adz Dzahabi dalam At Talkhish, Imam Ibnul Qayyim dalam Al Manar Al Munif, Syaikh Al Albani dalam Adh Dhaifah menyebutkan bahwa ini adalah hadits palsu (maudhu’), dan hendaknya kita berhati-hati terhadap riwayat yang semisal ini. (Lihat Syaikh Abdullah Al Faqih, Fatawa Asy Syabakah Al Islamiyah No. 41701. Syaikh Al Albani, As Silsilah Adh Dhaifah No. 6471)

Jadi, alangkah baiknya jika kita mencari tahu dulu kebenaran dari suatu berita sebelum menyampaikannya kepada orang lain. Hal ini dapat menghindarkan kita dari hal-hal yang menjurus ke dosa besar yaitu fitnah. Memang sudah di riwayatkan bahwa di akhir zaman akan banyak fitnah bermunculan di muka bumi. Maka berserah dirilah kepada Allah swt dan tetap beribadah sesuai dengan yang sudah di tentukanNya. Syukron Katsiro


Sumber : http://faridnuman.blogspot.com/2011/11/hadits-huru-hara-di-bulan-ramadhan.html
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...