Tampilkan postingan dengan label fitra elnurianda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fitra elnurianda. Tampilkan semua postingan

A Dream Within A Dream

https://soundcloud.com/fitra-elnurianda/dream-within-a-dream

By Edgar Allan Poe

Take this kiss upon the brow!
And, in parting from you now,
Thus much let me avow-
You are not wrong, who deem
That my days have been a dream;
Yet if hope has flown away
In a night, or in a day,
In a vision, or in none,
Is it therefore the less gone?
All that we see or seem
Is but a dream within a dream.

I stand amid the roar
Of a surf-tormented shore,
And I hold within my hand
Grains of the golden sand-
How few! yet how they creep
Through my fingers to the deep,
While I weep- while I weep!
O God! can I not grasp
Them with a tighter clasp?
O God! can I not save
One from the pitiless wave?
Is all that we see or seem
But a dream within a dream?


Aku masih AKU kok ...

Fiuuuh...

Akhir-akhir ini aku lebih sering menghabiskan waktu dengan nyugsep tergeletak pasrah kepala di bawah kaki di atas.
Gak tau kenapa rasanya semua beban di atas kepala ikut jatoh ke tanah dengan posisi seperti itu.

Bayangkan ini sudah masuk tahun ke 4 aku terkurung di dalam tempurung kehidupanku yang pahit banget ini. 4 tahun dihabiskan tanpa ada pergerakan yang berarti.

Lalu, something deep inside of me trying to wake me up. Flashing back and tell me :

Hey Fit!
Remember,
Kamu dilahirkan dari orangtua yang hebat. Seorang sosok Ayah tokoh politik terkenal di jamannya. Dimana kamu gak perlu struggle untuk di hargai dan dihormati. Semua yang kamu sebut selalu kamu dapetin bahkan dengan otak kecil canggihmu itu semua barang yang gak ada di pikiran anak kecil selalu kamu dapetin !

Kemudian,
Kamu harus ngerasain terpuruk untuk yang pertama kali dalam hidupmu
Ditinggal selama-lamanya tanpa punya kesempatan untuk bicara? Ditinggal begitu saja tanpa kata-kata? Ditinggal sendiri oleh orang yang selalu ada di samping kamu, mendengarkan kamu, memenuhi semua permintaanmu. Ditinggal oleh seseorang yang kepada dialah kamu meletakkan seluruh mimpi kehidupan kamu? Ayahmu...

Remember?
Kamu jatuh terpuruk sangat dalam dan akhirnya menaklukkan dunia sendirian.

Hey Fit!
Remember,
Waktu seluruh orang mem bully kamu habis-habisan dan kamu gak ngerti kenapa dan merasa kamu memang pantas untuk selalu di bully
Tapi kamu tetap berdiri tegak di atas kakimu sendiri
Kamu gak pernah minta tolong diselamatkan oleh orang lain
Kamu hadapi semuanya sendirian
Disaat mungkin orang lain gak sanggup ngejalanin apa yang kamu jalani waktu itu

Hey Fit!
Remember,
Saat kamu akhirnya bisa mengeluarkan dirimu sendiri dari keterpurukan
Ikut kegiatan ini itu dan akhirnya punya teman
Bahkan punya orang yang mau mendengarkan suaramu dengan lantang
Walaupun masih banyak rintangan
Disaat mungkin orang lain masih duduk kaku gak tau apa yang harus mereka lakukan

Hey Fit!
Remember,
Disaat banyak orang meremehkan dan kamu memang merasa gak bisa apa-apa
Disaat itu juga ternyata prestasi akademikmu bagus dan kamu di posisi aman
Disaat mungkin orang lain tidak mendapatkan apa yang mereka usahakan

Hey Fit!
Remember,
Disaat semua orang mencoba menjatuhkan kamu
Kamu dengan kuat menyelamatkan diri dan tetap melangkah di depan mereka
Disaat mungkin orang lain akan lari bersembunyi, gak mau hidup lagi

Hey Fit!
Remember,
Saat kamu berfikir kamu hanyalah anak yatim yang gak punya apa-apa lagi dan hidup semakin tidak bersahabat
Kamu punya kesempatan untuk tinggal di Amerika
Disaat orang lain berfikir semua itu cuma impian

Hey Fit!
Remember,
Semua orang di sekolah berfikir kamu mungkin adalah super star di negaramu, berfikir kamu cukup lucu dan menyenangkan bahkan oleh teman-teman dari berbagai dunia, mereka ada untuk mendengarkan semua yang kamu lakukan. 
Dan kamu bersenang-senang
Disaat orang lain di sekolah Indonesia sedang berjuang demi ujian akademisnya

Hey Fit!
Remember,
Waktu dimana kamu gak perlu kerja keras untuk duduk di bangku kuliah, waktu dimana muncul orang-orang baik hati yang siap membantu kehidupan kamu begitu saja, saat dimana waktu berpihak sama kamu
Disaat orang lain berjuang keras untuk melanjutkan masa depan pendidikannya

Hey Fit!
Remember,
Masa-masa kuliahmu yang tanpa rintangan, jadi ketua angkatan disaat kamu merasa bagian dari orang yang terburuk untuk di pilih, hasil akademismu menyenangkan
Disaat orang lain mungkin menjadi bulan-bulanan saat di Ospek

Hey Fit!
Remember,
Kamu punya kesempatan untuk berada di antara diplomat-diplomat asing, menjadi pembicara di berbagai sekolah dan tempat, ketemu pemimpin terbaik dunia, berkerja dengan tokoh-tokoh terkenal di Indonesia, ikut serta menyuarakan pemikiran dan pertanyaanmu
Disaat orang lain mungkin hanya bisa duduk di depan tv dan bergumam

Setelah semua yang kamu jalani,

Kemudian kamu kembali terpuruk.
Jauh ke dasar yang lebih dalam dari sebelumnya.

Kali ini kamu bukan cuma kehilangan seseorang.
Seluruh hidupmu runtuh ke lubang dalam keterpurukan.

Ya...
Akhirnya aku kembali jatuh.
Hanya dengan 1 langkah kebodohan.
Pikiran pendek untuk lari dari kenyataan membuahkan hasil yang jauh lebih merusak.
Saat itu aku tau perjalanan itu akan mengarah kesini.
Dengan gampangnya aku berfikir bahwa semua ini akan mudah di hadapi.

Duniaku berhenti di 4 tahun yang lalu
Dari pernikahan tanpa kematangan berfikir menjadi pernikahan dengan hari paling buruk
Tanpa jeda muncul proses kehamilan yang menyakitkan menjadi proses melahirkan yang mengerikan
Tanpa kesempatan lalu muncul proses mengurus bayi yang tidak gampang sampai hari-hari kegagalan pernikahan yang sudah terprediksikan menjadi lebih buruk
Gak kenal ampun membesarkan anak sendirian dengan segala upaya dan air mata menjadi proses menafkahi sendiri semua anggota keluarga di bawah atap ini
Sampai proses di fitnah, di hina, di caci maki dibawah bayangan ancaman terhadap orang-orang yang tersayang yang harus dilindungi sampai proses menjadi pengangguran dengan berbagai tuntutan finansial dan kehidupan.

Sebagian orang berfikir
Fitra hebat memutuskan untuk menikah muda dan bahagia
Sebagian berfikir
Kasian Fitra masih muda sudah punya anak
Beberapa berfikir
Mana Fitra tidak pernah terlihat lagi gaungnya...

Masih terasa di ingatanku, dulu setiap punya kesempatan bicara dengan beberapa orang mereka selalu mengeluarkan komentar yang sama :
"Hebat ya Fitra anak satu-satunya gak punya saudara berani ke luar negeri sendiri terus lanjut merantau tanpa orangtua terus aktif kegiatan kesana-kemari!"...

Kemudian aku merasa Fitra yang itu sudah hilang... ditelan keterpurukan.

Fitra yang di dalam tempurung ini adalah
Fitra yang bodoh sudah memutuskan menikah tanpa pikir panjang, gegara menanggap enteng jalan keluar kehidupan dan memberi kesempatan kepada orang yang salah dan merasa bisa menjalani semua prediksi kehidupan dengan mudah nyatanya tidak
Fitra yang tidak ingin buru-buru punya anak tapi menjadi bodoh memberikan kesempatan untuk menjalani kehamilan yang menyakitkan sendirian yang kemudian baru bisa menjalani semuanya setelah ditempa oleh keadaan
Fitra yang memilih diam tidak mengabarkan siapapun perihal gagalnya proses perjalanan pernikahan ini demi menghargai si bayi yang baru lahir ini
Fitra yang harus bekerja keras penuh air mata dari melawan baby blues syndrome sampai terkikisnya kuota kesabaran dalam menghadapi anak yang sangat aktif beranjak besar
Fitra yang harus putar otak mencari uang dengan status yang tidak menguntungkan sampai akhirnya harus menghadapi status pengangguran
Fitra yang harus dengan kuat menjadi benteng pertahanan melindungi Ibu dan anaknya dari hinaan, caci maki, ancaman orang-orang yang tidak punya hati di luar sana

Fitra yang dengan sisa-sisa kekuatan yang ada bertahan menjalani hidup agar kembali normal, terus di sakiti oleh orang-orang tidak berhati di luar sana.

Dan disaat semua ini terjadi...
Semua orang memperoleh hal-hal yang di impikannya
Semua orang keliling dunia
Semua orang merasakan buah dari kerja kerasnya
Semua orang menikahi dan bahagia dengan orang yang dicintainya
Semua orang punya anak dan merasa ringan menjalaninya

dan seorang Fitra harus terkurung di dalam tempurungnya...

Hey Fit!
Aku mencoba berbicara dengan diriku sendiri.
Let's wake up.
Bagaimana kalau kita mencoba untuk bangun sekali lagi.

Aku mungkin seorang perempuan yang buruk dan ibu yang tidak sempurna
Tapi anakku masih bisa jadi anak sholeh yang taat dengan sedikit bantuanku
Karena ini tanggung jawabku

Aku mungkin seorang perempuan yang buruk dan ibu yang tidak sempurna
Karena tidak sabarku dan kerasnya watakku terhadap pendidikan anakku
Tapi aku berusaha untuk tetap membahagiakan dia
Dan dia masih menghadiahiku dengan "Aku sayang Ummi, i love you!"

Aku mungkin seorang perempuan yang buruk dan anak yang menyusahkan
Tapi aku masih berjuang melindungi Ibuku, meringankan bebannya semampuku dan ada di sampingnya di saat-saat sulit

Aku mungkin seorang perempuan yang buruk dan anak yang suka berdebat
Tapi aku berusaha menjadi anak yang memiliki iman dan taat, menghiasi diri dengan Alquran
Agar kelak orangtuaku bisa memiliki mahkota terindah di akhirat
Karena itu tanggung jawabnya sebagai orangtua
Dan aku akan mengabulkannya

Aku mungkin seorang perempuan yang buruk dan pekerja yang larut dalam pekerjaan
Tapi aku tidak pernah mencuri hak orang lain, melakukan semua pekerjaanku sampai selesai, berjuang keras tanpa memandang nominal, bertanggung jawab menyampaikan makanan ke mulut keluargaku
Walaupun banyak yang merendahkanku sampai memfitnahku
Dan berakhir sebagai pengangguran

Aku mungkin seorang perempuan yang buruk tapi teman yang baik
Selalu berusaha mensupport mereka disaat mereka terpuruk atau senang

Aku sepertinya bukan seorang perempuan yang buruk-buruk amat sih
Setidaknya aku mencoba bangkit lagi
Berusaha mencari orang-orang yang membutuhkan tenagaku, larut dalam kesibukan tanpa pamrih, menyumbangkan suaraku untuk menyemangati mereka yang membutuhkan

Karena apapun yang terjadi sekarang, dulu aku pernah sebahagia impian orang-orang.

Kalian yang sedang sukses, berusahalah aku yakin masih banyak mimpi yang harus kalian wujudkan
Kalian yang menikah, berbahagialah hindari menyakiti dan tersakiti
Kalian yang punya anak, mendidiklah dengan penuh cinta dan kasih sayang

Karena kalian mungkin jadi alasan orang-orang seperti aku untuk kembali bangkit menghadapi dunia.

Aku mungkin bukan Fitra yang dulu lagi
Seberapa keras aku berusaha membawa namaku sendiri
Aku akan terlihat sebagai Fitra yang pernikahannya gagal, hidup sendiri, bertanggung jawab kepada anak dan orangtua nya. Dan segerombolan embel-embel yang bisa disematkan sesuka hati oleh semua orang.

Ya...
Aku adalah Fitra dengan pernikahan bodoh yang gagal tapi aku masih bisa bahagia dengan keputusan yang ada. Terlepas dari benar atau salah ini semua adalah skenario terindah dari Allah swt

Ya...
Aku adalah Fitra yang dari rahimku keluar seorang anak laki-laki lincah yang sangat cerdas. Kalau tidak percaya coba ngomong sama dia..
Hahaha

Ya...
Aku adalah Fitra yang mungkin kurang bisa dibanggakan orangtua
Tapi impianku adalah memberikan hadiah terbaik di kampung akhirat nanti untuk mereka

Ya...
Aku adalah Fitra yang pekerjaannya belum stabil untuk masa depan
Tapi kreatifitasku dan putar otakku masih mencari cara untuk bertanggung jawab atas keluargaku

Ya...
Aku adalah Fitra 
Anak muda yang akan tidak muda lagi, yang terlihat seperti anak muda sekolahan yang gak tau apa, anak muda yang semua orang kaget kalau liat aku jalan sama anakku, anak muda yang kalau ditanya "Sudah menikah atau belum" aku gak bisa jawab - notabene aku jomblo tapi punya anak. Anak muda yang kalau ditanya "Ayahnya anakku mana?" cuma bisa neguk liur karena kalau dijawab jadinya naskah sinetron.
Dan sederetan pertanyaan aneh lainnya yang belum bisa aku jawab.

Tapi aku masih Fitra kok...
Fitra yang tanpa kalian kasih label, embel-embel, dan pertanyaan aneh masih berdiri sebagai Fitra yang dulu
Fitra yang dulu pernah jadi pembicara dimana
Masih Fitra yang bawa kamera kemana-mana
Walaupun bukan Fitra yang ngurusin politik atau nyanyi sana sini lagi
Tapi aku masih Fitra yang peduli sama semua orang
Aku masih Fitra yang peduli sama cerita kalian
Aku masih Fitra yang banyak omong dan gak bisa diam
Aku masih Fitra yang suka baca dan komentar
Aku masih Fitra yang suka Sherlock
Aku masih Fitra yang mulai bertambah pengetahuan agamanya
Aku masih Fitra yang bisa kalian ajak bicara
Aku masih Fitra yang nekat menghadapi tantangan


Aku masih AKU kok
Masih sebagai Fitra

Fitra Elnurianda saja. 
Kalau itu yang dulu kalian tau.
Tanpa embel-embel dan label.

Aku masih AKU kok....

Happy Eid Mubarak Everyone!


Happy Eid Mubarak for all muslim in the world!!!


Hi everyone. Wish you have a lot of fun with your beloved family in this such amazing Eid’l Fitr’. I’m grateful that this year I enjoyed this moment with all of my family. Eventhou it’s sad to feel that we lost our grandfather and Mitha’s father this year may Allah swt forgive all of their mistake and allow them to spend the rest of after life in heaven. Amiin Al- Fatihah.

Not fun part is I’m sick. Totally in bad flu I feel awful but I still having fun and took full rest couple hour later :P. Also I didn’t get THR ( special money special from Eid’l Fitr’ blessing moment) I don’t know why. Maybe it’s because I’m getting older and I suppose to be the one who gave them THR. It reminds me how fun Eid’l Fitr’ when my father still alive. He always gave everyone new clothes, THR and drove us somewhere fun. Noone do such a thing like that today Pa… We miss you.


You guys who know me so well probably explore something “new” from me from all of the picture I attached on this event. Hahaha. I dress up! FYI it wass all from my cousin’s closet. I spent 2 weeks sleepover have fun with her kids.








Here is Yoga the one who always talking about me. Who tells me that I’m fat! Look at him now, the time I’m getting thinner he is the one who looks fatter. HAHAHA!





This is Mitha. The one who has the wadrobe I wore on this picture. I didn't have a dress for Eid'l Fitr', i was wearing an old boring dress from my Mom's old closet and i feel sad about that, i look older than my ager. Then suddenly she said "How about wearing my dress?" and she chose these wadrobe and fyi it's all new from the newest style too. Lol!







 Here’s Mitha’s kids Caca and Raffi. Raffi is the one I always talk about on twitter. He imagining himself as a Batman since his mother brought him to watch that movie. What a kid!






I wish all of you also have so much fun too.
Love <3 span="span">


My Hijab Story



Hi Guys,
Assalamualaikum :)

Now it’s time for me to share my story about what makes me want to wear hijab.
I thought it was started with a funny and weird story.
My Mom and Dad went to do Hajj together in 2000. I was just 8 years old at that time so they didn’t bring me to come with them. After they came back from Hajj that was the first time I knew what a hijab is.  I recognized my mom wear hijab after Hajj, hijab at that time was just a muslim dress that I wear just for celebrate Ied’l Fitr’ . But after I saw my Mom wears hijab I asked her to wear hijab too when I was 9years old. I still remember that my Mom said that I’m not ready to wear hijab because I was too young.

On school vacation we went to Jakarta. We went to one of the biggest mall there. My Mom and I took a look at Muslim fashion booth, suddenly I saw a group of family. They were a Mom who wears hijab, a Dad and 3 daughters who all of them were wear hijab too. One of them was nearly under 5 years old. I don’t know what I feel, the thing I still remember was when I looked at that little girl who wore hijab I feel ashamed with myself. I wasn’t wear hijab, I wore short sleeves t-shirt with a jeans. Suddenly I locked myself inside the fitting room until that little girl disappeared with all of her family. My Mom was trying to find me, from the fitting room I shouted that I don’t wanna get myself out from it until she buy me a hijab for me to wear. I was feeling so guilty with myself by not wearing hijab and I told my mom from that day that I want to wear hijab just like that little girl. So there’s no reason for me not to wear hijab even I was too young for it.

Alhamdulillah after that event Allah swt gave my father rizqi for me and my Mom to go Umroh together. I admit that I wasn’t really understand what I’m doing but I follow all the instruction during Umroh. It was an incredible experience for me I spent a long time on the plane from Jakarta to Jeddah. I spent night at Jeddah at Marriot hotel and the next day after that we went to Madinah. We visited Masjid Nabawi and Prophet Muhammad pbuh. I was crying, everyone was crying because I believe I felt like prophet Muhammad pbuh still there, all of us miss him. After that we do Umroh from Madinah to Mecca. We spent day in Mecca to pray. I also visited the place to do Lontar Jumroh and the place where Prophet Adam and Hawa met in earth at the first time. Overall I’m so grateful that Allah swt gave me chance to do umroh even in my young age.

We never know what Allah swt plan’s are. Me and neither my Mom never expected that the time after I celebrate my 10th birthday right 18 days after that my father passed out. Me and my Mom was at home in Samarinda but my Father was in Jakarta. My mom was still on the phone at around 3am that day, I was suddenly sleep-talking when they were on the phone but my Mom didn’t give me chance to talk with him. Noone knew that was the very last time we could hear my father voice. He passed out at around 4-5 am. He was totally in a good health but Allah swt love him and want him to be next to Allah swt.
That was totally my hard times. Losing someone you love the most when you were just only 10 years old. When the time goes by, I learnt a lot from that. That nothing in this world stays forever, but there is still Allah swt The One and Only who will always stay next to you.

I’m not perfect, hijab doesn’t change you from human being who always do mistakes to an Angel, no! absolutely not!. I did uncountable mistake in my whole life even when I wear hijab. I faced thousand of trouble in life such as people try to take my hijab away from my head, people judge me for every single mistake I made, people treat me like I don’t even exist, people ask me to take off my hijab if I want to get a job, people don’t allow me to sing or even do whatever I love to do and all kind of things. But it doesn’t make me give up on wearing hijab. I even took it off when I was losing my mind, but Allah swt always keep me on the right track. I believe Allah swt is the one who makes me wear hijab, no one told me to wear it. When I get older I realized that hijab is A MUST thing to do as a muslim girl. It’s written in Alquran and Prophet Muhammad pbuh also explained it in Hadits. So if you really love Allah swt and The Prophet you don’t need any reason to make you do it because you HAVE to wear it.

I was kinda upset to the girls who wear hijab but doesn’t follow that has been written on Al-quran and Hadist. I’m not judging the way people wear hijab but if Allah swt tell you to cover your body , cover your hair, head , neck till your breast, why don’t you do it? We can’t use fashion as an excuse to not wearing hijab as the way it supposed to be. If you wear hijab and don’t even follow Allah swt and Prophet Muhammad pbuh instruction and someone out there follow you, you will be the one to blame, the bad example.

So I wish Allah swt protect us for every good things we do. Once again, I’m not perfect even I’m wearing hijab but I’m still on my way trying to make myself better day by day and try to not doing any other stupid mistake, I learnt from the past and learn from the others. So, this is me telling my story, I hope I can inspire you like I was inspired by other muslim from all over the world.
May Allah bless our life and our age :)
Have a nice day you all!

My Hijab Style Portofolio










Yay!!! This is my first portofolio. Well i thought self-potrait will be easy. I have to prepare for a tripod and put my camera on it, set it to timer and set the angle. i have to run back and forth background-camera-background-camera.
Fiuh, but the result came out nice anyway.
Can't wait to take another style :sD

Me In Various Hijab Style















This is me wearing my hijab style on my own way. No need tutorial i just need to stand lil more longer in front of the mirror and figure out what style i wanna wear to kick my day!

Have a nice Hijab girls day !!!  

Stripes Hijab Style








Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh
I fell in love with stripes lately, i don't know why, the thing i know is everytime i see stripes i am just about to buy it. Well i saw there're a lot of people wearing stripes too. I saw it in mannequins at fashion stores too..


So those are my hijab style wearing mostly darkblue and white stripes, black and white stripes shirt and next will be black and grey stripes ...


Stay tune :sD

All About My Father ( Repost) H. Nur Aliansyah, B.A

This is my re-post from all sources I have found about my father. He is the most influential person in East Borneo especially in Samarinda at that time. This is just a few of it, it was all about the political game he had been through. I wish I could write about his biography someday. Love you Pa…



Musdapat Golkar Kaltim Terkait Suksesi Gubernur
[Politik dan Keamanan]
Jakarta, Pelita
Pelaksanaan Musyawarah Daerah yang dipercepat (Musdapat) DPD Partai Golkar Kalimantan Timur (Kaltim) terkait dengan kepentingan beberapa pengurus Pusat DPP Partai Golkar, yakni menyangkut suksesi Gubernur Kaltim.
Demikian antara lain dikatakan Ketua Biro Kewanitaan DPD Golkar Kaltim Rohani Askandar dan Wakil Ketua DPD Kabupaten Kutai Barat, Syachran Eric Lenyo dalampercakapan wartawan di Jakarta, Kamis (27/2).
Keduanya bersama pengurus DPD Golkar dari enam DPD II Golkar di Kaltim berada di Jakarta untuk mempertanyakan keputusan DPD Golkar yang memaksakan pelaksaan Musdapat Golkar Kaltim pada 28 Pebruari 2003, padahal kepengurus baru akan habis September 2003. Musdapat itu tidak didukung enam dari 13 DPD II Golkar se-Kaltim.
Rabu (26/2) kemarin mereka telah diterima Ketua DPP Golkar Fahmi Idris dan malam harinya diterima Ketua Umum Golkar Akbar Tandjung. Namun tidak ada perubahan sikap DPP Golkar. Musdapat akan tetap dilaksanakan 28 Pebruari 2003, meski enam DPD tidak memberi dukungan.
Rohani Askandar mengungkapkan, beberapa bulan lalu ada pengurus anggota Fraksi Partai Golkar (F-PG) DPR dan DPP Golkar yang menyarankan agar Golkar Kaltim mencalonkan kembali Suwarna AF sebagai gubernur Kaltim periode lima tahun mendatang. Namun DPD Golkar belum menetapkan atau membahas hal itu dalam rapat pleno karena masih dalam tahap penjaringan.
"Kelihatannya DPP Partai Golkar akan memaksakan agar DPD mencalonkan kembali Suwarna AF," katanya. DPD Golkar belum mengambil keputusan soal tersebut dan masih mempertimbangkannya.
Menurut dia, alasan DPP Partai Golkar memaksakan pelaksanaan Musdapat adalah karena Ketua DPD Golkar Kaltim Nur Aliansyah telah sakit-sakitan. Tapi alasan itu tidak bisa diterima karena Nur Aliansyah sudah sembuh dan tetap bisa memimpin Golkar Kaltim.
Di balik alasan itu, kata beberapa pengurus, sebenarnya ada hal lain yang mendasari pemaksaan pergantian pengurus Golkar Kaltim, yaitu sikap pengurus DPD bersama Nur Aliansyah yang berani meminta akbar mengundurkan diri dari jabatannya menyusul adanya vonis tiga tahun dari Pengadilan Negeri (PN) dan Pengadilan tinggi (PT) DKI dalam kasus dana nonbudgeter Bulog.
Nur Aliansyah juga menuntut diselenggarakan Munaslub untuk mengganti Akbar Tandjung karena vonis tiga tahun tersebut telah memeprburuk citra Golkar dan akan berpengaruh pada Pemilu 2004.
Sejak muncul tuntutan itu, kata mereka, mulai ada upaya menggoyang kepengurusan DPD Golkar Kaltim. Mereka telah meminta agar kepengurusan DPD Golkar Kaltim diakhiri Juni atau Juli 2003, tetapi tetap ditolak DPP Golkar.

Tergesa-gesa

Syachran Eric Lenyo mengungkapkan pula, Musdapat Golkar Kaltim sangat tergesa-gesa karena masih ada celah untuk kompromi. Tetapi dalam memanfaatkan celah itu tidak dicapai kesepakatan agar DPP Golkar menunda Musdapat.
"Akbar tidak memberi solusi yang terbaik bagi enam DPD ini, padahal kami datang untuk mengingatkan adanya prosedur dalam organisasi yang harus ditempuh. Kami sangat kecewa," katanya. Apalagi Musdapat itu lebih didasarkan atas pertimbangan suksesi kepala daerah.
Dalam kaitan ini, DPD Golkar telah memerintahkan DPD Golkar Kaltim agar mencalonkan kembali Suwarna AF. Pencalonan itu atas dorongan dari Bupati Kutai Kertanegara Syaukani. Dalam kaitan ini, sebenarnya tidak terlalu banyak jalan bagi Suwarna untuk dicalonkan kembali.
DPD Golkar yang terkesan lamban dan tidak memberi dukungan kepada Suwarna kemudian dipaksanakan untuk dilakukan pergantian pengurus yang akan memberi jalan bagi pencalonan kembali Suwarna.
Meski kecewa dan Musdapat tetap akan diselenggarakan, namun pengurus yang disingkirkan itu tidak akan keluar dari Golkar. "Bagi kami apakah Musdapat diselenggarakan atau tidak, perjuangan kepada Golkar akan tetap dilakukan untuk memberi sumbangsih kepada negara," katanya.
Pihaknya akan mengambil langkah hukum melalui PTUN dan perdata atas keputusan pelaksanaan Musdapat. Nantinya keputusan apapun di pengadilan akan ditaati. (kh)


Mantan Ketua Golkar Kaltim Meninggal Dunia

[Rabu,30 April 2003]



Pelepasan Jenazah Nur Aliansyah dari Rumah Sakit Gatot Subroto menuju Bandara Soekarno Hatta dilakukan oleh Ketua DPP Golkar, Ir Akbar Tanjung. Sementara itu berangkatkan dari Rumah Sakit Gatot Subroto ke Bandara Soekarno Hatta pagi tadi diiringi Gubernur Kaltim, H Suwarna AF, Ketua DPD Golkar Kaltim, H Syaukani HR, Bupati Kutai Timur. Drs Awang Faroek Ishak dan jajaran Pemprov Kaltim lainnya yang kebetulan berada di Jakarta.


Selanjutnya jenazah diterbangkan ke rumah duka di Samarinda dan rencananya pemakaman dilaksanakan pada Rabu siang. Gubernur Kaltim , H Suwarna AF menyatakan turut berduka dan berbelasungkawa atas meninggalnya salah satu tokoh Kaltim yang selama ini ikut mewarnai gerak dan langkah pembangunan di daerah tersebut. “Kita telah kehilangan kader bangsa serta daerah yang berarti bagi Kaltim, dan telah berjuang serta berupaya bersama-sama membangun Kaltim,

Semoga amal dan bhkati beliau diterima Allah SWT,” kata Suwarna. Sebelum terjun ke dunia politik, almarhum Nur Aliansyah juga meniti karir sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kanwil Departemen Perindustrian dengan pangkat terakhir Penata Tingkat I (III/D).(hms4). 


Minggu, 06 September 2009 , 15:53:00



TEPAT 31 Agustus tadi, HM Husni Thamrin Hasan mengakhiri pengabdian di DPRD Kaltim. Selama satu periode atau lima tahun menjadi anggota DPRD dari Fraksi Golkar DPRD Kaltim.
Pria kelahiran Samarinda, 15 Agustus 1938 ini, punya banyak pengalaman tak terlupakan.


Ketika ditemui Kaltim Post tepat pada saat masa jabatannya berakhir, tak ada yang berubah dari seorang Thamrin. Selalu tertawa, seperti tak punya beban kehidupan. Ternyata dua hal itulah yang membuat Thamrin tetap awet muda.



Terlahir dari keluarga besar, sejak muda terbiasa bekerja keras. Bahkan, untuk urusan mengadu nasib terpaksa dilakukan Thamrin dengan hijrah ke Jakarta, 1958 lalu. Ketika itu, seorang Thamrin muda punya pandangan hanya dengan hijrah mampu mengubah nasib. Ketika itu, Thamrin muda hanya bekerja sebagai pegawai biasa.



Tepatnya 1962, ia bekerja pada perusahaan tekstil milik seorang pengusaha asal India. Bekerja sebagai tenaga keuangan, ternyata tidak membuatnya betah. “Namanya juga bekerja pada orang asing, tentulah nasib kita tidak akan lebih baik. Akhirnya saya putuskan berhenti bekerja,” ungkapnya.



Tahun 1963,  Thamrin kembali lagi ke Samarinda. Kali ini, ada panggilan bekerja di tempat sang kakak di perusahaan kayu. Jabatan manajer pun disandang. Namun itu pun hanya dua tahun. Hanya setahun, tepatnya 1972, jiwa mudanya kembali bergelora untuk melanglang buana ke Jakarta. Hanya tiga tahun, akhirnya kembali ke Samarinda. Namun setahun kemudian, bertolak lagi ke Surabaya. Ketika di Kota Pahlawan itu,  Thamrin hanya berpikir harus mengubah nasib. Melanglang buana bekerja apa saja yang bisa dikerjakan. Itulah yang dilakoni pria yang mempunya 12 anak ini.   



Sepat lima tahun, akhirnya memutuskan kembali ke Samarinda. Kepulangan itu gara-gara panggilan, dari teman sejawat  yakni HM Ardans (mantan Gubernur Kaltim), Syarifuddin Gairach (mantan anggota DPRD Kaltim) dan Nur Aliansyah (mantan ketua DPD Golkar Kaltim). Tiga nama itu, semuanya sudah meninggal dunia.



H. Achmad Amins : Anak Sepanjang Sungai yang Membangun Kota

 

Dibesarkan dan Membesarkan OKP, Ormas dan Parpol


MENTERI Informasi dan Komunikasi Kabinet Presiden Megawati Soekarno Putri, H. Syamsul Mu’arif dalam buku ‘Pergumulan Achmad Amins, Dari Awak Kapal Hingga Kursi Walikota’ berkomentar, ‘’Achmad Amins yang saya kenal sebagai sesama aktivis kepemudaan di KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) dan AMPI (Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia). Beliau adalah seorang pemimpin yang berkarakter tegas dan memang menarik untuk ditulis. Saya sangat gembira atas terbitnya buku ‘Pergumulan Achmad Amins, dari Awak Kapal Hingga Kursi Walikota’, karena karya itu akan memonumentalkan sosok pemimpin dan perjalanan hidup seorang aktivis kepemudaan di jenjang birokrasi dan politik.’’
Sosok kepemimpinan H. Achmad Amins setahu saya lebih banyak terbentuk dan digembleng dalam aktivitas organisasi kepemudaan, terutama di KNPI dan AMPI. Semua organisasi yang dipimpinnya cukup sukses dan berjalan sesuai koridor AD/ART,’’ ucap Syamsul Mu’arif yang juga mantan Wakil Sekjen DPP Partai Golkar berpendapat tentang H. Achmad Amins. 

Bisa jadi komentar tokoh nasional itu dianggap terlalu berlebihan. Namun manakala menelusuri perjalanan hidup Achmad Amins di kancah kepemudaan di Provinsi Kalimantan Timur, niscaya ucapan Syamsul Mu’arif itu sangatlah wajar. Bagaimana tidak 30 tahun dalam kehidupan Walikota Achmad Amins tak lepas dari hal ihwal yang berhubungan dengan kepemudaan, kemahasiswaan, keolahragaan dan kesenian. 

Dialah salah satu tokoh pemuda bersama tokoh-tokoh pemuda lainnya seperti
Almarhum H. Nur Aliansyah (mantan Ketua DPD Partai Golkar Kaltim), Almarhum M. Azis Said (pengusaha/mantan anggota DPRD Samarinda), Almarhum Drs. H. Fidi Finandar (mantan Ketua KNPI Kaltim pertama) dan Drs. H. Syarifuddin Gairach (pengusaha/mantan anggota DPRD Kaltim) pada tanggal 16 Agustus 1974 mendirikan  KNPI Kotamadya Samarinda. Ketika itu mantan demonstran mahasiswa Universitas Mulawarman ini duduk sebagai Wakil Ketua KNPI Kotamadya Samarinda hingga tahun 1978. 

From : http://beritakaltim.com/?p=26587 

Defacto, Said Ketua Golkar




Gejolak Golkar Kaltim
Selepas jatuhnya Orde Baru, Golkar di Kalimantan Timur sebenarnya tenang-tenang saja. Pergolakan mulai terjadi saat menjelang pemilihan Gubernur Kaltim tahun 2003.
Pemilihan Gubernur Kaltim sudah di depan mata. Menurut jadwalnya, 2 Juni 2013 berlangsung pemilihan melalui mekanisme anggota DPRD Kaltim yang jumlahnya 45 anggota.
Siapa bakal dicalonkan Golkar terus menggelinding di publik. Ketika itu Suwarna AF sudah menduduki kursi gubernur periode pertama. Ia ingin melanjutkan lima tahun ke depan, maka Golkar diincarnya.
Ketika itu, DPD Golkar Kaltim dipimpin Nur Aliansyah. Ada sinyal, Nur tidak mau didikte Suwarna. Politisi yang berasal dari pengusaha itu menyerahkan pada mekanisme penjaringan calon yang berlaku di partai beringin tersebut.
Di situ masalahnya. Jika melalui mekanisme partai, kecil harapan Suwarna bakal diusung Partai Golkar. Karena ada Awang Faroek Ishak yang ketika itu jadi Bupati Kutai Timur  berniat mencalonkan diri pula. Sebagai orang daerah, Awang Faroek Ishak waktu itu dinilai cukup kuat.
Ternyata tak semua ketua DPD Partai Golkar seide dengan Nur Aliansyah. Dari Tenggarong, Syaukani HR yang menjadi Ketua DPD Golkar Kukar dan bupati daerah itu membaca peta politik ini.
Ia kemudian membuat manuver. DPP Golkar juga ternyata menginginkan Suwarna menjadi calon Gubernur kembali. Syaukani dan DPP kemudian berkolaborasi untuk mengganti Nur Aliansyah.
Maka, usulan Musdapat (Musyawarah daerah dipercepat) Partai Golkar bergulir kencang. Padahal, masa jabatan Nur Aliansyah baru berakhir September 2003.
Manuver Syaukani tak terbendung, 28 Pebruari 2003 digelar Musdapat di Hotel Bluesky Balikpapan. Hasilnya, seperti telah diduga; Syaukani terpilih menjadi Ketua Golkar Kaltim.
Politik memang aneh. Karena Syaukani sendiri sebelumnya bukan orang yang suka dengan Suwarna AF. Bahkan keduanya, sering terbaca di publik saling bersitegang terhadap berbagai masalah.
Kenapa Syaukani HR berbalik mendukung Suwarna AF menjadi gubernur?
Sulit menjawabnya. Tapi kasat mata para pengamat politik di Kaltim melihat karena ada Awang Faroek Ishak yang menjadi pesaingnya. Antara Syaukani dengan Awang Faroek Ishak, sudah lama saling sikut. Keduanya tidak pernah akur.
Akhirnya Suwarna AF benar-benar terpilih jadi Gubernur Kaltim kedua kalinya. Ia berpasangan dengan Yurnalis Ngayoh memperoleh 24 suara. Sementara lawannya, Awang Faroek Ishak – Abu Thalib Chair mendapat 13 suara. Kandidat lainnya Imam Munjiat – Hiefnie Sjarkawie memperoleh 7 suata.
Usai itu, Syaukani dengan Gubernur Suwarna berselisih paham kembali. Bahkan sangat tajam, sampai saling masing-masing mengadukan dugaan korupsi ke KPK. Dua-duanya, Gubernur Kaltim Suwarna AF maupun Syaukani HR selaku Bupati Kukar sama-sama masuk penjara karena terbukti melakukan korupsi.
Pasca Syaukani masuk penjara, Golkar Kaltim mengadakan Musdalub (Musyawarah daerah luar biasa) pada 3 Agustus 2008. Ketika itu Mahyudin yang terpilih jadi ketua. Jabatan Mahyudin hanya setahun, yaitu meneruskan masa jabatan Syaukani yang terhalang karena berada dipenjara. Berikutnya, pada 15 November 2009 Mukmin Faisyal yang terpilih jadi ketua Golkar Kaltim. #le


Kiprah Caleg Inkumben Gagal Jadi Anggota DPRD Kaltim (5-Habis)
POLITISI senior Partai Golkar satu ini sangat berpengalaman menjadi anggota legislator. Ia adalah HM Hatta Zainal Abidin yang kini masih duduk di Komisi III DPRD Kaltim untuk periode keempat sebagai wakil rakyat, yakni saat orde baru Hatta menjabat selama 7 tahun, kemudian era reformasi meram-pungkan 10 tahun masa jabatannya, yakni periode 2004-2009 dan 2009-2014. Tak hanya duduk di Karang Paci, Hatta juga pernah menjabat selama 7 bulan sebagai anggota MPR RI menggantikan almarhum Nur Aliansyah di Senayan.

From : http://www.korankaltim.com/tak-berbakat-jadi-pengusaha-hatta-fokus-aksi-sosial/


DAFTAR KETUA UMUM HMI CABANG SAMARINDA


DAFTAR NAMA-NAMA KETUA UMUM
HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM CABANG SAMARINDA
DARI MASA KE MASA

No
Nama
Periode
1
Normansyah Tarmidji
1963-1964
2
Bahrani Selamat
1964-1966
3
Sjuhairi Zakaria
1966-1967
4
Anwar Basran
1967-1969
5
Nur Aliansyah
1969-1970
6
Syarifuddin Galrach
1970-1972
7
M. Alwi A.B
1972-1973
8
Herman Edy
1973-1975
9
Zainal Abidinsyah
1975-1977
10
Kamri M. Tawakkal
1977-1979
11
M. Djailani
1979-1981
12
Isriansyah Basri
1981-1982
13
Isriansyah Basri
1982-1983
14
A. Hamid Karim
1983-1985
15
M. Husni Thamrin
1985-1986
16
Achmad Juaini
1986-1987
17
Ibran Nuryadi
1987-1988
18
Imam Syarifuddin
1988-1989
19
Syamsuddin Bana
1989-1991
20
Mursidi Muslim
1991-1992
21
Selamat Said Sanib
1992-1993
22
A. Dhani
1993-1995
23
Laibun Rahim
1995-1996
24
S. Fuadhi Thohir/ Jufri Musa (Pj.)
1996-1997
25
Ermun/ Saiful Kasni (Pj.)
1997-1998
26
Awang M. Rifani
1998-2000
27
Zain Taufiq Nurrahman
2000-2001
28
Jimmy Nasroen
2001-2002
29
Rudiansyah
2002-2003
30
Fahrizal Helmi Hasibuan
2003-2004
31
Arif Rahman Hakim
2004-2006
32
Bawon Kwatno
2006-2008
33
Jamaluddin
2008-2009
34
Faturrahman
2009-2010
35
Dzikri Zulkarnain
2010-2012
36
La Ode Aliadin
2012-........
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...